Breaking News:

PSS Sleman

Kiper PSS Sleman, Adi Satryo Kembali Dipanggil Timnas Indonesia Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022

Adi Satryo menjadi pemain kedua PSS Sleman setelah Saddam Gaffar yang dipanggil untuk memperkuat skuat Garuda Indonesia.

Dokumentasi PSS Sleman
Adi Satryo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kiper PSS Sleman, Adi Satryo kembali dipanggil untuk pemusatan latihan TIm Nasional Indonesia oleh pelatih, Shin Tae-yong jelang kualifikasi Piala Dunia 2022.

Adi Satryo dipanggil dengan empat nama lainnya yakni Ilja Spasojevic, Rizky Ridho, Ady Setyawan, dan Didik Wahyu.

Mereka berlima menggantikan dua nama lain, Muhammad Riyandi dan Yanto Basna.

Pemain yang terpilih nanti akan menghadapi Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni.

Baca juga: Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto Rindu Masakan Istri di Bulan Ramadan

Sebelumnya AFC telah memilih UEA sebagai lokasi untuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia untuk Grup G yang sempat tertunda pada tahun lalu.

Pada kesempatan itu, Adi Satryo menjadi pemain kedua PSS Sleman setelah Saddam Gaffar yang dipanggil untuk memperkuat skuat Garuda Indonesia.

Informasi soal pemanggilan itu, diterima Adi pada Senin (03/05/2021) lalu melalui manajemen klub. 

“Lusa kemarin dikasih tahu bahwa saya dipanggil oleh Coach STY. Lalu saya tiba di hotel dan bergabung dengan teman-teman yang lain per hari ini,” kata Adi pada Rabu (05/05/2021).

Adi bukan wajah asing bagi STY. Sebelumnya Ia pernah menjadi kiper utama Timnas U-19 yang ditangani oleh pelatih asal Korea Selatan itu saat menjalani TC ke Eropa beberapa bulan silam.

Meski bukan kali pertama menjalani pemusatan latihan, tapi Adi sempat merasa kaget dengan pemanggilan ini. 

“Saya senang dan sekaligus kaget gak nyangka aja bisa dipanggil pemusatan latihan. Karena saat Piala Menpora kan saya baru main satu kali,” Adi menambahkan.

Baca juga: Kemungkinan Kecil Pemain PSS Sleman Fabiano Beltrame Pindah Ke Persis Solo

Adi berjanji akan menampilkan performa terbaiknya untuk Timnas Indonesia, apalagi kesempatan itu belum tentu didapatkan oleh kebanyakan pemain profesional di Indonesia.

Modal lain yang mampu menguatkan Adi tentunya doa dari orang tua.

“Kalau saya targetnya di Timnas ini tentu ingin kasih yang terbaik dari yang aku punya. Berjuang dengan maksimal dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan,” jelas Adi.

“Orang tua saya berpesan untuk tetap fokus, tetap semangat dan saya harus ingat selalu mereka tetap doakan saya,” pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved