Breaking News:

Menikmati Keindahan Alam dan Napak Tilas Sejarah di Desa Wisata Kelor Turi Sleman

Bangunan Joglo di Desa Wisata Kelor masih terawat dengan mempertahankan bentuk aslinya. Belum mengalami perubahan berarti.

Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Desa wisata Kelor, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Desa Wisata Kelor dikenal juga dengan sebutan "Dewi Kadjar" atau akronim dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah.

Bukan tanpa alasan, kampung indah yang secara administrasi ada di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ini, menyimpan warisan budaya yang kini menjadi lembaran sejarah, yaitu Joglo Kelor.

Sejarah mencatat, Joglo yang didirikan pada tahun 1835 itu, pernah menjadi markas Tentara Pelajar (TP) di tahun 1949, saat terjadi pergolakan, dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Bangunan Joglo masih terawat dengan mempertahankan bentuk aslinya. Belum mengalami perubahan berarti.

Ketua Dewi Kadjar, Purnomo, mengatakan berdirinya desa wisata Kelor tidak lepas dari kehadiran Joglo.

Awal mulanya, cerita dia, banyak tamu dari berbagai daerah yang datang ke Joglo, untuk napak tilas sejarah.

Berjalan waktu, seiring jumlah pengunjung yang semakin banyak, pada tahun 2006 warga setempat berinisiatif untuk mendirikan desa wisata.

Langkah ini berjalan mulus. Sebab, secara geografis padukuhan Kelor didukung dengan keberadaan sungai Bedhog.

Sungai air jernih yang ada di sebelah timur dusun ini menjadi daya tarik.

Oleh warga, dibersihkan dan dimanfaatkan untuk sarana trekking atau susur sungai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved