Paket Makanan Misterius Berujung Maut
Kasus Sate Beracun Bantul, Teka-teki Status Nani-Tommy, Pengakuan Pak RT dan Keluarga
lanjutan kasus kasus paket sate maut yang dikirimkan Nani kepada Tommy seorang polisi anggota polresta Yogyakarta
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Bantul -- Ada pengakuan baru pada kasus paket sate maut mengandung racun di Bantul.
Nani memang sudah diamankan, polisi juga sedang melakukan pengejaran terhadap R, pria yang diduga memberi ide agar Nani mengirimkan racun.
Kini ada lagi keterangan dari Ketua RT 03, Cempokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul Agus Riyanto yang mengatakan NA adalah warganya yang sudah satu tahun tinggal di Cempokojajar.
Pak RT pun mengaku kenal dengan Tommy.
Berdasarkan keterangan dari Pak RT, Nani dan Tommy berstatus menikah siri.
"Tinggal di sini sudah satu tahun, NA kan istri sirinya Tommy."
"Dulu waktu silaturahmi ke sini berdua.
"Waktu itu mbak NA sempat telpon orangtuanya,"
"Kemudian orangtuanya bilang ke saya nitip anak saya mau tinggal,"katanya, Selasa (4/5/2021).
Meski tak menunjukkan bukti keduanya telah menikah siri, Agus percaya keduanya telah menikah.
"Ibuknya (NA) bilang kalau sudah menikah secara agama."
"Kalau menunjukkan bukti enggak, cuma menunjukkan KTP saja. Di sini kan ada peraturan, kalau warga baru wajib lapor,"sambungnya.
Diluar soal hubungan antara Nani dan Tommy, Agus Riyanto menyebut Nani adalah sosok yang baik.
Pria 40 tahun itu pun sempat kaget atas kasus yang menimpa Nani.
Dirinya tidak menyangka Nani bisa melakukan hal tersebut.
"Ya sempat kaget, karena kan mbak NA orang baik.
"Setahu saya kerjanya di kosmetik, bukan di salon. Karena kesibukannya, jadi jarang berkomunikasi dengan warga. Kemarin waktu menempati rumah pertama juga mengundang warga, untuk minta doa,"ujarnya.
Keterangan Keluarga Status Nani
Informasi yang dihimpun Tribun Jabar (Tribun-network) ayah NA mengatakan anaknya berstatus masih single.
Saat ditemui di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, ayah Na, Maman (45) mengatakan bahwa anaknya masih berstatus gadis atau single.
Ia tidak mengetahui, perkara asmaranya selama ini, terutama dengan polisi yang disebut-sebut menjadi sasaran pengiriman sate beracun tersebut.
"Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh," ujar Maman saat berbincang dengan Tribun Jabar, Selasa (4/5/2021).
Selain keluarganya tidak mengetahui kisah asmara yang sedang dijalani anaknya, NA dianggap merupakan sosok gadis yang tertutup.
Jarang ayahnya atau anggota keluarga lainnya mendapatkan curhatan hati ketika berada di rumah.
"Tidak (cerita cinta dengan polisi), orangnya pendiam soalnya. Kalau di rumah diam saja, di rumah paling 3 hari terus berangkat lagi ke Yogyakarta," ucapnya.
Ia pun kembali menyebut, bahwa komunikasi terakhir dengan NA, yakni saat menjelang bulan puasa.
Saat itu, anaknya pulang selama tiga hari.
"Rencana lebaran tuh mau pulang lagi, tapi kemarin saya lihat berita justru anak saya tersandung kasus. Kaget dan masih tidak menyangka sampai sekarang," jelas dia.
Seperti diketahui, NA merupakan perempuan asal Majalengka, Jawa Barat.
Dia diringkus di kediamannya daerah Bantul Bantul pada Jumat (30/4/2021) lalu usai diduga terlibat dalam kasus kematian Naba Faiz, Minggu (24/4/2021) silam.
Naba Faiz, warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY meninggal dunia usai mengonsumsi sate beserta bumbu yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman, Minggu (25/4/2021). ( Tribunjogja.com | Tribunjabar )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kasus-paket-sate-sianida-belum-berakhir-ide-kirim-racun-muncul-dari-sosok-ini.jpg)