Breaking News:

Kalurahan di Gunungkidul Diminta Siapkan Tempat Isolasi Mandiri Bagi Pemudik

Sebagian warga perantauan memilih mudik sebelum larangan resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun telah menyiapkan

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Sunaryanta 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebagian warga perantauan memilih mudik sebelum larangan resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan isolasi mandiri (isoma) bagi pemudik yang terlanjur datang akan diberlakukan. Namun untuk tempat diserahkan ke masing-masing kalurahan.

"Kami minta kalurahan menyiapkan tempat-tempat isoman, termasuk menyiapkan fasilitaa kesehatan (faskes) setempat," katanya ditemui pada Rabu (05/05/2021).

Baca juga: Para Penglaju yang Hendak Masuk DI Yogyakarta Wajib Bawa Surat Rapid Antigen dan Surat Tugas

Sunaryanta juga mengatakan hingga kini masih terus berkomunikasi dengan komunitas warga perantauan asal Gunungkidul. Menurutnya, kebanyakan mereka berada di Jabodetabek dan Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya, warga perantauan sudah memahami kebijakan dari pemerintah pusat tersebut. Namun pihaknya tetap terus berupaya agar mereka juga mengikuti aturan itu.

"Publikasi sudah saya sampaikan ke mereka, baik secara langsung ataupun lewat media sosial," ujar Sunaryanta.

Ia pun menjamin pihaknya siap melakukan berbagai antisipasi selama masa libur Lebaran nanti. Khususnya mengupayakan agar tak terjadi lonjakan kasus baru dari momen Lebaran.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul mencatat sudah ratusan perantau yang datang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Gunungkidul Kelik Yuniantoro.

"Sejak tanggal 1 hingga 5 Mei kemarin tercatat ada 246 orang pendatang," ungkap Kelik.

Baca juga: Selama Masa Larangan Mudik Lebaran, Polres Gunungkidul Akan Pantau Jalur Tikus

Kendati begitu, sebagian besar di antaranya merupakan warga intra alias kabupaten/kota di DIY. Sisanya dari Jakarta (9 orang), Jawa Barat (9 orang), dan luar Jawa (3 orang).

Adapun Diskominfo Gunungkidul mengandalkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mencatat pergerakan pendatang. Kelik pun sudah meminta tiap kalurahan rutib melapor.

"Jadi akan selalu terpantau warga mana saja yang datang dan masuk ke Gunungkidul," jelasnya. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved