Aktivitas Terkini Gunung Merapi: Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 2 Kilometer
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyampaikan Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi.
Pada periode pengamatan tadi malam (Selasa, 4/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 m mengarah ke barat daya.
Selain itu, teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 700 meter ke arah barat daya.
Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 4 Mei 2021, 11 Kali Guguran Lava Pijar Jarak Luncur Maksimal 1,2 Km Pagi Ini
Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG Besok Rabu 5 Mei 2021: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin
Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 15-23 °C, kelembaban udara 62-90 persen, dan tekanan udara 566-708 mmHg.
Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain 1 awan panas guguran, 36 gempa guguran, 2 gempa hembusan, dan 1 gempa hybrid/fase banyak.
Sementara, pada periode pagi ini (Rabu, 5/5/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Teramati 1 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya.
Cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat.
Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 69-90 persen, dan tekanan udara 567-707 mmHg.
Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 36 gempa guguran dan 3 gempa hembusan.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyampaikan Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.
Baca juga: UPDATE Peta Sebaran Covid-19 hingga Rabu 5 Mei 2021 Pagi Ini: Data Rinci Kasus Baru di 34 Provinsi
Baca juga: FAKTA-FAKTA Sosok R dan T yang Disebut dalam Kasus Sate Maut NA, Diburu Polisi dan Netizen
Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.
Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/awan-panas-guguran-merapi-tanggal-4-mei-2021-pukul-2143-wib.jpg)