Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Masih Minim Data, Sosok R dalam Kasus Sate Beracun Belum Jadi Buronan Polisi

Pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah sosok R benar-benar ada, atau hanya sosok fiktif yang diucapkan NA saat diperiksa oleh penyidik.

Kolase Kompas | winsightmedia
Nani (kanan) dan sosok pria yang masih dicari polisi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan penjelasan terkini terkait sosok R, yang diduga menyuruh NA untuk meracun Aiptu T dalam kasus pembunuhan berencana melalui paket satai di Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (25/4/2021) lalu.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, upaya pembunuhan berencana terhadap Aiptu T yang dilakukan oleh NA, disinyalir ada campur tangan R, yang tak lain teman dekat NA.

Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah sosok R benar-benar ada, atau hanya sosok fiktif yang diucapkan NA saat diperiksa oleh penyidik.

Baca juga: Update Kasus Sate Beracun Sianida: Polisi Masih Lacak Identitas R hingga Status NA yang Terungkap

"Perlu kami sampaikan berdasarkan hasil riksa kepada N memang ada campur tangan R. Namun siapa itu R penyidik masih mendalami," katanya, dalam jumpa pers di Polda DIY, Selasa (4/5/2021).

Pendalaman penyidik itu dilakukan guna memastikan apakah keterangan NA betul-betul sebuah fakta atau hanya keterangan yang tidak berdasar.

"Memang ada disebut oleh R, namun apakah itu memang betul ada sosok R atau hanya ilusi dari R semata. Kami belum memastikan," tambah Yuli.

Ia menambahkan, pembelian racun oleh tersangka NA melalui sebuah portal jual beli online terbesar.

Yuli menjelaskan, NA membeli potasium sianida seharga Rp200 ribu dengan berat sekitar 250 gram.

"Kurang lebih harganya Rp200 ribu. Itu dia dapat 250 gram. NA memesan lewat jual beli online Shopee. 250 gram itu tidak semuanya dicampur ke dalam bumbu sate," tegas dia.

Baca juga: Tanda Tanya Sosok R, Orang yang Disebut NA sebagai Pemberi Saran Mengirimkan Paket Sate Maut

Pihak kepolisian sampai saat ini belum menetapkan R sebagai buronan polisi lantaran polisi masih mendalami tentang sosok R yang sebenarnya.

"R sampai saat ini belum diketahui sosoknya seperti apa. Jadi statusnya belum buron karena belum jelas," ungkap Yuliyanto.

Masih kata Yuliyanto, selama ini jawaban tersangka NA ketika diperiksa penyidik masih konsisten, sehingga pemeriksaan kejiwaan dari NA belum diperlukan.

"Pemeriksaan kejiwaan belum diperlukan, karena NA masih konsisten saat ditanya," terang dia.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved