Breaking News:

Wakil Bupati Klaten Dorong ASN Beli Beras Petani Lokal

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten didorong untuk membeli beras asli petani Klaten.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten didorong untuk membeli beras asli petani Klaten.

Hal itu menyusul surplus beras daerah tersebut.

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya mengatakan jika gerakan untuk membeli beras petani Klaten bagi ASN sudah didorong sejak beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Penyekatan di Prambanan Klaten, 30 Kendaraan Berpelat Luar Disetop oleh Tim Gabungan

"Gerakan membeli beras produk petani Klaten ini hukumnya wajib bagi ASN. Nanti juga di dukung oleh Pak Kapolres, Pak Dandim dan seluruh instansi di Klaten," ujarnya pada awak media di Desa Kemudo, Jumat (30/4/2021).

Ia mengatakan, gerakan tersebut diwacanakan karena ingin beras produk petani Klaten bisa terserap secara cepat. Hal itu karena masuknya masa panen raya di daerah itu.

"Harapan kami petani Klaten tidak mengeluh karena surplusnya beras ini. Kami juga dorong toko-toko di Klaten untuk menjual beras hasil petani Klaten," imbuhnya.

Menurut Yoga, himbauan kepada ASN untuk membeli beras petani Klaten ini sudah disampaikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani sejak beberapa waltu terakhir.

"Selalu disampaikan oleh ibu bupati Klaten setiap hari senin kepada seluruh ASN dalam rapat koordinasi," imbuh dia.

Disamping itu, di area persawahan Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Jumat (30/4/2021) juga dilakukan panen raya jenis Srinuk.

Padi jenis Srinuk yang dipanen kali ini merupakan hasil tanam dari Kelompok Tani Krida Tani Desa Bowan.

Baca juga: Geliatkan Pelaku Usaha Lokal, Wali Kota Magelang Imbau OPD dan Masyarakat Beli Parcel UMKM

"Padi varietas Srinuk ini telah ditanam di wilayah Kecamatan Delanggu di areal sawah seluas 20 hektare dengan hasil produksi 7 ton per hektare gabah kering panen," ujar Koordinator PPl Kecamatan Delanggu, Sugiyo.

Lebih lanjut, Sugiyo menyampaikan, Padi jenis Srinuk nantinya akan dikembangkan dibeberapa desa dengan menggunakan pupuk organik.

Ia menambahkan, pada bulan Mei Srinuk akan dikembangkan di Desa Jetis di lahan seluas 12 hektare dan Desa Delanggu 6 hektare, dengan minimal area tanam 5 hektare.

Adapun terkait harga Padi Srinuk bisa dijual Rp 8.800 per kilogram di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 8.300 per kilogram. 

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved