Breaking News:

Penyekatan di Prambanan Klaten, 30 Kendaraan Berpelat Luar Disetop oleh Tim Gabungan

Sebanyak 30 kendaraan yang berpelat luar daerah disetop oleh jajaran Polres Klaten di depan Pos Polisi Prambanan, Jumat (30/4/2021).

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Petugas kepolisian mengecek surat-surat pengendara yang melintas di depan Pos Polisi Prambanan, Klaten, Jumat (30/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 30 kendaraan yang berpelat luar daerah disetop oleh jajaran Polres Klaten di depan Pos Polisi Prambanan, Jumat (30/4/2021).

Puluhan kendaraan itu disetop lantaran adanya penyekatan selektif bagi pemudik di perbatasan provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi, razia kendaraan berpelat luar daerah itu dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Geliatkan Pelaku Usaha Lokal, Wali Kota Magelang Imbau OPD dan Masyarakat Beli Parcel UMKM

Saat itu, kendaraan berpelat Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya dan lainnya disetop oleh petugas gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dishub, Satpol PP hingga Orari.

Para pengendara diminta untuk menunjukan surat-surat perjalanan seperti surat tes rapid antigen hingga surat perjalanan tugas.

Sebanyak 15 pengendara di amtaranya tidak bisa menunjukan surat-surat dan diminta untuk menjalani tes rapid antigen.

"Hasilnya semuanya negatif dan para pengendara ini kita persilahkan untuk melanjutkan perjalanan," ucap Kabag Ops Polres Klaten, AKP I Wayan Suhendar pada awak media.

Ia mengatakan, selama pelaksanaan razia kendaraan berpelat luar daerah itu, belum ada pengendara kendaraan yang positif atau reaktif COVID-19.

Baca juga: Sekda Bantul Imbau Masyarakat Agar Hati-hati Terima Makanan dari Orang Tak Dikenal

"Dari hasil tes belum pengendara yang positif. Kalau seandainya positif maka akan diminta putar balik dan diarahkan ke rumah sakit terdekat untuk jalani tes," ulasnya.

Sementara itu, Zam Zam (23) seorang pengendara yang ikut menjalani tes rapid antigen di Pos Polisi Prambanan itu mengapresiasi kegiatan tersebut karena tes dengan biaya gratis.

"Saya mendukung dan apresiasi. Ini lan gratis. Alhamdulillah hasilnya tadi negatif," ucap pria asal Jakarta itu. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved