Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif: Cara Polres Bantul Mengatasi Petasan Jelang Idulfitri

Penjual petasan pun marak di pinggir jalan. Selain membeli dari penjual petasan, anak-anak atau remaja bahkan membuat sendiri petasan tersebut. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi S 

Kedua petasan bisa menimbulkan kebakaran, baik itu rumah, gedung, dan lain-lain.

Ketiga dari suaranya sendiri cukup keras, bisa mengganggu orang lain yang sedang istirahat, bisa berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit bawaan, misalnya jantung. Sering kali kita lihat petasan itu ada bekasnya, yaitu sampah dimana-mana.

Apakah ada undang-undang yang mengatur tentang petasan?

Bahan peledak diatur dalam Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Tidak hanya yang menyalakan, yang menyimpan, memperjualbelikan juga bisa dipidana.

Bagaimana Polres Bantul melakukan antisipasi petasan di Bantul?

Meskipun ada undang-undang yang mengatur, kami mengutamakan pencegahannya dulu. Pertama kami lakukan pembinaan kepada masyarakat terkait bahaya petasan.

Kami memiliki Bhabinkamtibmas yang masuk ke desa-desa untuk melakukan sosialiasasi.

Kemudian kami sosialisasikan melalui media sosial juga. Sehingga masyarakat paham akan bahaya petasan, dan paham kalau petasan itu dilarang.

Kami juga rutin melakukan patroli, terutama di tempat-tempat yang biasanya jadi lokasi menyalakan petasan.

Kami juga memantau peredaran petasan dengan mencari penjual bahan baku petasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved