Pemudik Masuk Bantul Wajib Karantina Lima Hari Lalu Tes Antigen

Antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca mudik Lebaran 2021, Pemerintah Kabupaten Bantul bakal mengetatkan pengawasan protokol kesehatan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca mudik Lebaran 2021, Pemerintah Kabupaten Bantul bakal mengetatkan pengawasan protokol kesehatan. 

Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo mengatakan protokol kesehatan merupakan kunci pengendalian COVID-19.

Sehingga pihaknya perlu melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Pihaknya pun telah berkoordinadi dengan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga kalurahan, agar selalu mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Daftar Makanan Pantangan Penderita Kolesterol, Wajib Dihindari Saat Buka Puasa atau Sahur

"Klaster baru bisa muncul kalau PPKM kita kendor atau tidak disiplin protokol kesehatan. Kita akan menyongsong Lebaran, sehingga kita harus memantau langsung, memperketat pengawasan. Jangan sampai lebaran memunculkan kasus baru," katanya saat ditemui di Kapanewon Jetis, Kamis (29/01/2021).

Terkait dengan pemudik, Pemkab Bantul mewajibkan pemudik untuk melakukan karantina selama lima hari.

Karantina bisa dilakukan di shelter kalurahan yang sudah disiapkan.

Selain di sheter kalurahan, pihaknya memperbolehkan pemudik menjalani karantina di rumah.

Dengan catatan, menjalani karantina dengan baik dan benar.

"Sampai hari ini kami belum ada laporan (pemudik masuk Bantul). Kalau ada pemudik yang nekat, atau ada warga luar DIY yang sudah masuk Bantul, kami minta untuk isolasi lima hari," ujarnya.

Hingga saat ini seluruh kalurahan di Kabupaten Bantul sudah memiliki shelter karantina pemudik.

Pihaknya memastikan shelter-shelter tersebut sudah siap digunakan.

Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG Jumat 30 April 2021: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Esok Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja menerangkan shelter pemudik berbeda dengan shelter COVID-19.

Sehingga pemudik yang menjalani karantina di shelter kalurahan tidak campur dengan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi.

"Beda, untuk mudik ada sendiri. Pemudik boleh kalau mau isolasi di rumah. Tentu yang menjadi catatan adalah pelaksanaan karantina itu, dan kami juga akan mengawasi. Sehingga karantina ya benar-benar di dalam kamar," terangnya.

Selain karantina, Dinkes Kabupaten Bantul juga akan melakukan rapid tes antigen pada pemudik yang sudah menjalani karantina. Sehingga pemudik yang masuk ke wilayah Bantul benar-benar negatif COVID-19.

"Setelah lima hari nanti akan lakukan rapid tes antigen atau PCR. Kami coba fasilitasi di semua puskemas. Untuk pemantauan nanti kami minta bantuan satgas kalurahan," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved