Kabupaten Gunungkidul

Wabup Gunungkidul Turun Pantau Harga Bapok Jelang Idulfitri

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto lakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (kiri) saat mengunjungi sebuah toko modern di Wonosari, Rabu (28/04/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto lakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1442 Hijriah.

Pemantauan berlangsung pada Rabu (28/04/2021) pagi ini.

Ia mendatangi 3 lokasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Gunungkidul dan DIY.

Plt Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA, Setda DIY Ni Made Dwipanti turut mendampingi.

Mengacu pada pemantauan tersebut, Heri mengatakan belum ada kenaikan harga signifikan pada kebutuhan pokok.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik, Operasi Pasar Akan Kembali Digelar di Gunungkidul

Kondisi itu juga terpantau di toko modern.

"Harga masih terkendali, tidak ada kenaikan signifikan," katanya ditemui di Semanu.

Heri menyebut persediaan kebutuhan pokok sampai saat ini masih mencukupi.

Ia pun optimistis kondisi stabil tersebut bisa bertahan hingga usai Lebaran nanti.

Meski begitu, ia mengatakan akan meminta jajaran terkait untuk terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) Terutama sepekan menjelang hari raya.

"Warga kami minta juga melapor jika kesulitan dalam mendapatkan bapok atau jika ada kenaikan harga," ujar Heri.

Ni Made Dwipanti juga mengatakan untuk DIY harga-harga sebagian besar komoditas bapok masih terpantau stabil.

Adapun kenaikan harga saat ini masih terjadi untuk minyak goreng.

Sebelumnya, harga telur ayam juga sempat mengalami kenaikan.

Adapun rata-rata kenaikan harganya berada di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram.

Baca juga: Permintaan Naik, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Gunungkidul Ikut Terkerek

"Sekarang ini sudah turun ya, kisarannya di Rp 19 ribu sekilo telur ayam," kata Made.

Menurutnya, kenaikan harga telur sempat terjadi lantaran ada peningkatan permintaan.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pun disebut turut berpengaruh.

Menurut Made, adanya BLT membuat masyarakat memutuskan berbelanja lebih banyak barang kebutuhan.

Alhasil permintaan jadi meningkat hingga harga terkerek naik.

"Namun kami pastikan untuk persediaan sendiri masih aman. Masih mencukupi hingga Lebaran," jelasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved