Breaking News:

Pemkab Gunungkidul Targetkan 100 Persen Masyarakat Terlayani Air Bersih

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menargetkan 100 persen masyarakat akan bisa terlayani air bersih. Target itu dilontarkan oleh Dinas

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menargetkan 100 persen masyarakat akan bisa terlayani air bersih.

Target itu dilontarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP).

Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono menyatakan optimistis target tersebut bisa terwujud. Apalagi program itu juga sudah dicanangkan pemerintah pusat.

Baca juga: Polres Klaten Tangkap Pelaku Pembunuhan Pemuda Tewas dengan Luka di Bagian Leher di Klaten

"Itu jadi salah satu program selain nol persen pemukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi bagi masyarakat," jelas Eddy pada wartawan, Rabu (28/04/2021).

Menurutnya, saat ini baru 75 persen masyarakat Gunungkidul yang sudah terlayani akses air bersih. Adapun aksesnya terbagi atas dua sumber.

Pertama adalah PDAM Tirta Handayani sebesar 50 persen. 25 persen sisanya terlayani dengan sistem penyediaan air minum dusun (Spamdus) atau sistem penyediaan air minum desa (Spamdes).

Eddy mengakui masih ada kendala dalam mewujudkan target 100 persen layanan air bersih. Salah satunya adalah kondisi geografis Gunungkidul.

"Kondisi geografis berupa perbukitan membuat akses layanan jadi sulit," ungkapnya.

Kedua adalah minimnya anggaran lantaran kemampuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul sangat terbatas. Biaya pembangunan infrastruktur untuk layanan air bersih juga terbilang tak sedikit.

Namun Eddy tetap yakin program itu bisa terwujud. Hal itu didukung dengan banyaknya sumber air bersih di Gunungkidul, terutama dari sungai bawah tanah.

"Mengingat kemampuan anggaran terbatas, program itu diwujudkan secara bertahap," jelasnya.

Baca juga: Kenalkan Pentingnya Protein pada Anak, Pemkot Magelang Inisiasi Program Chickenisasi

Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta mengatakan optimalisasi sumber air di Gunungkidul membutuhkan biaya sekitar Rp 200 miliar. Angka itu didapat berdasarkan kajian yang dilakukan.

Ia pun mengakui alokasi tersebut tak mungkin dibiayai hanya dari APBD Gunungkidul. Itu sebabnya, diperlukan adanya dukungan dana dari Pemerintah DIY hingga pemerintah pusat.

"Saya sudah koordinasi dengan Bupati terkait program tersebut, mudah-mudahan bisa segera terealisasi," kata Toto. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved