Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Keluarga Tak Berkenan Jenazah Bocah Korban Sate Paket Ojol Diautopsi

Menurut Yuliyanto, sampel bumbu sate tersebut masih diteliti di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Sigit Widya
Tribunjogja.com/Dok Polsek Sewon
Polisi mengambil keterangan dari saksi kasus paket sate misterius. Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal dunisa seusai menyantap paket sate misterius, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus bocah korban paket makanan sate, Naba Faza Prasetya (8), warga Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terus didalami oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda DI Yogyakarta, Kombes Pol Yuliyanto, saat ditemui pada Selasa (27/4/2021) mengatakan, polisi saat ini masih menunggu hasil laboratorium uji sampel bumbu sate yang diduga mengandung racun dan menewaskan Naba.

Menurut Yuliyanto, sampel bumbu sate tersebut masih diteliti di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta.

"Hasilnya belum keluar. Masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium bersama Dinas Kesehatan," katanya kepada Tribunjogja.com.

Baca juga: Ahli Forensik UGM Ungkap Penyebab Siswa SD di Bantul Meninggal Dunia Setelah Makan Sate

Baca juga: Pengakuan Bandiman saat Diminta Kirim Paket Makanan oleh Wanita Tak Dikenal, Sang Anak Jadi Korban

Ia menambahkan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi yang terlibat, termasuk penerima paket sate yang sebelumnya dituju oleh Bandiman, ayah Naba.

"Saksi-saksi sudah diperiksa. Anggota kami sedang bekerja. Namun, pihak keluarga tidak berkenan jenazah korban diautopsi," tegas Yuliyanto.

Naba, bocah berusia delapan tahun asal Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, meninggal dunia setelah makan paket misterius sate, Minggu (25/4/2021) kemarin.

Naba, yang merupakan siswa kelas IV SD Muhamadiyah IV Karangkajen, Kapanewon Sewon, meninggal dunia setelah menyantap sate lontong pemberian orang tak dikenal yang diterima oleh sang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (Ojol).

Minggu sore, sebelum tragedi tersebut terjadi, Naba masih terlihat mengikuti kegiatan pengajian di sebuah masjid tak jauh dari tempat tinggalnya.

Menjelang magrib, Naba pun izin pulang karena berniat untuk buka puasa bersama ayah dan ibunya di rumah.

Magrib, ayahnya pulang membawa makanan berupa sate, tetapi setelah dimakan bersama-sama, sang ibu dan Naba muntah-muntah seperti keracunan.

Ayah Naba, Bandiman, masih terlihat syok menghadapi kenyataan pahit yang menimpa keluarganya, terutama sang anak, pada Minggu petang.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Bandi itu bisa menjelaskan kronologi kejadian yang merenggut putra tercintanya.

Baca juga: Gojek Turut Berduka Cita Terhadap Mitra yang Menjadi Korban Paket Sate Misterius di Bantul

Baca juga: Ungkap Penyebab Kematian Bocah di Bantul Setelah Makan Paket Sate Misterius, Polisi Periksa 4 Saksi

Semua bermula ketika ia habis istirahat dan menunaikan salat asar di sebuah masjid di Kota Yogyakarta.

Tiba-tiba, Bandi dihampiri oleh perempuan tak dikenal, dimintai tolong untuk mengantarkan sebuah paket berisi sate ke wilayah Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved