Satpol PP Bantul Tutup Akses ke JJLS, Warga Diminta Putar Balik
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul bersama Polres Bantul dan Kodim 0729 Bantul melakukan operasi gabungan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul bersama Polres Bantul dan Kodim 0729 Bantul melakukan operasi gabungan.
Operasi tersebut dilakukan untuk antisipasi pelanggaran protokol kesehatan, balap motor, dan pesta petasan di jalan jalur lingkar selatan (JJLS).
Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul, Yulius Suharta mengatakan operasi gabungan dilaksankan di sepanjang JJLS di wilayah Kapanewon Sanden dan Kapanewon Srandakan. Operasi dilaksankan pukul 03.30.
Baca juga: Imbas Larangan Mudik Lebaran, Terminal Ir Soekarno Klaten Sepi Penumpang
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas tidak menemukan adanya kerumunan di JJLS. Tidak ada gerombolan pemuda yang melakukan balap liar maupun pesta petasan.
"Tidak ada kerumunan masyarakat di sepanjang JJLS, karena seluruh akses masuk sudah ditutup. Warga yang akan melakukan aktivitas kami minta untuk putar balik, seperti di TPR Pandansimo," katanya, Minggu (25/04/2021).
Meski tidak ada kerumunan di JJLS, namun petugas menemukan warga yang tidak memakai masker.
Bagi yang kedapatan tidak memakai masker, petugas melakukan pembinaan dan menahan kartu identitasnya.
Petugas juga memberikan surat panggilan untuk datang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Bantul.
"Kami juga memberikan masker kepada warga masyrakat yang tidak memakai masker. Tetapi kami berikan pembinaan di tempat supaya patuh pada protokol kesehatan, dan kami minta datang ke kantor," sambungnya.
Operasi gabungan khususnya di JJLS merupakan salah satu upaya untuk menjaga keamaan dan ketertiban.
Hal itu karena adanya laporan masyarakat terkait balap motor dan pesta petasan di JJLS.
Dua kegiatan tersebut membuat warga resah dan terganggu.
Selama Bulan Ramadan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi serupa agar masyrakat tidak terganggu dalam menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Sholat Ghoib untuk Awak KRI Nanggala-402 yang Tenggelam, Bagaimana Hukum dan Tata Caranya?
Selain balap motor dan petasan, ia juga akan memantau seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama bulan ramadan, salah satunya adalah pasar ramadan.
Ia menyebut ada beberapa pelanggaran yang dilakukan, namun seiring berjalannya waktu masyarakat mulai tertib.
"Awal ramadan kemarin memang ada beberapa pelanggaran terutama protokol kesehatan. Ada beberapa titik pasar ramadan yang menimbulkan kerumunan, kemudian di UMY. Tetapi saat ini sudah mulai tertib," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar menaati protokol kesehatan dan tidak melakukan balap motor maupun pesta petasan.
Selain dapat mengundang kerumunan, balap motor dan pesta petasan dapat membahayakan orang lain. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/operasi-gabungan-satuan-polisi-pamong-praja-satpol-pp-bantul.jpg)