Pembelian Hotel Mutiara Yogyakarta dan Peningkatan TPST Piyungan Disorot BPK RI

Dua program pembangunan di pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Suasana rapat terbuka pemerintah DIY bersama DPRD DIY dan BPK RI di ruang rapur, Kamis (22/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua program pembangunan di pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

BPK RI menaruh perhatian khusus kepada pemerintah DIY terkait pembelian hotel Mutiara yang berada di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta yang menelan biaya Rp 170 miliar itu.

Selain itu, para pengawas keuangan negara itu juga menyoroti soal rencana pengembangan atau peningkatan TPST Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul, yang dalam prosesnya belum juga selesai sampai saat ini.

Baca juga: UGM Tembus 50 Besar Dunia untuk 7 SDGs di Tengah Persaingan yang Semakin Ketat

Wakil Ketua BPK RI, Agus Joko Pramono saat rapat paripurna penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan (LK) DIY tahun anggaran 2020 pada DPRD dan Gubernur DIY, Kamis (22/4/2021) di DPRD DIY, mengatakan dari hasil pemeriksaan laporan keuangan penggunaan anggaran tahun 2020, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian untuk ke-11 kalinya kepada Pemda DIY.

Akan tetapi, tim BPK tetap saja mendapat sejumlah permasalan terkait sejumlah pelaksanaan penganggaran program kerja pemerintahan salah satunya yakni pembelian hotel Mutiara dan pembangunan tanggul di TPsT Piyungan.

"Tanpa mengurangi keberhasilan, BPK mendapatkan beberapa permasalahan. Permasalahan tidak berdampak pada opini pada kewajaran tapi penting ditindak lanjuti," ungkapnya pada sambutan.

Agus menyatakan penganggaran dan pengadaan lahan Hotel Mutiara 1 dan 2 serta perencanaan dan pembangunan tanggul di TPST Piyungan belum memadai.

"Penganggaran dan pengadaan lahan Hotel Mutiara 1-2 belum memadai. Karena perencanaan dan pembangunan pekerjaan tanggul penahan sampah di TPA Piyungan belum sepenuhnya memadai," ujarnya.

Oleh sebab itu, BPK memberikan rekomendasi kepada Pemda DIY segera menyusun rencana pemanfaatan Hotel Mutiara dan penganggaran yang bersumber dari Danais dan segera membuat kajian teknis pembangunan tanggul area di TPST Piyungan.

"Terhadap permasalahan-permasalahan tersebut BPK memberikan rekomendasi kepada Pemda DIY agar menyusun rencana pemanfaatan hotel mutiara 1-2, menyusun rencana kegiatan yang bersumber dari danais berserta proses pencairannya. Membuat kajian teknis pembangunan tanggul area di atas instalasi pengolahan lindi," paparnya.

Agus menegaskan, berdasarkan pasal 15 UU nomor 20 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan & Tanggung Jawab Keuangan Negara, pemda DIY wajib memberikan jawaban atas rekomendasi dari BPK tersebut.

Selanjutnya, hingga semester kedua tahun 2020, BPK menyatakan dari 1.084 rekomendasi, Pemda DIY telah menindaklanjuti 858 rekomendasi atau sekitar 81,87 persen. 

Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang rata-rata diangka 63 persen.

Baca juga: Sempat Viral di Media Sosial, Rumput Fatimah Justru Tidak Disarankan Dikonsumsi Ibu Hamil

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyambut baik penilaian BPK yang memberikan opini wajar tanpa pengecualian sebanyak sebelas kali berturut-turut.

“Kami mengakui ada kelemahan sistem pengendalian internal dari yang direkomendasikan BPK. Temuan, akan segera kami tindaklanjuti dan bahan evaluasi perbaikan sistem keuangan daerah,” kata Sultan pada sambutan.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyatakan ihwal pembelian hotel Mutiara, kalangan parlemen tidak pernah dilibatkan sama sekali. 

Meskipun menggunakan Dana Keistimewaan (Danais), menurutnya secara etika Pemda DIY seharusnya dapat berkomunikasi lebih dulu dengan para dewan.

“Nggak tahu kalau komisi, jika sampai komisi juga tidak diajak bicara. Petaka bagi kami. Kami juga mempertanyakan, sebelas opini wajar tanpa pengecualian tapi kok rekomendasi banyak banget. Saya kira ini ada sesuatu,” pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved