Breaking News:

Internasional

AS Melunak, Buka Opsi Cabut Sanksi Terhadap Iran terkait Perjanjian Nuklir 2015

AS Melunak, Buka Opsi Cabut Sanksi Terhadap Iran terkait Perjanjian Nuklir 2015

AFP PHOTO / HANDOUT
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. 

TRIBUNJOGJA.COM, PARIS - Peluang pencabutan saksi Amerika terhadap Iran sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan nuklir terbuka setelah kedua negara kembali menjalin pembicaraan.

Bahkan Amerika Serikat sudah mengirimkan detail sanksi yang berpeluang untuk dicabut.

Melansir AFP pada Kamis (22/4/2021), AS dan Iran tengah menjalin pembicaraan tentang cara memulihkan perjanjian nuklir 2015, yang didukung oleh Presiden Joe Biden, setelah ditinggalkan oleh Donald Trump pada 2018.

"Kali ini, kami telah membahas lebih detil," kata seorang pejabat senior AS tentang pembicaraan terakhir yang dipimpin oleh Uni Eropa.

 "Kami telah memberi Iran sejumlah contoh jenis sanksi yang kami yakini perlu dicabut untuk kembali ke kepatuhan (perjanjian nuklir 2015).

Dan (mengirimkan) sanksi yang kami yakini tidak perlu dicabut," lanjutnya.

Pejabat itu juga menggambarkan "kasus sulit" yang ada, di mana Trump menerapkan kembali sanksi yang tidak terkait dengan aktivitas nuklir Iran.

Namun, dilakukan "murni untuk tujuan mencegah" Biden memasukan kembali AS ke dalam kesepakatan nuklir internasional tersebut.

Iran telah mendesak AS untuk menghapuskan sanksi yang dijatuhkan di bawah pemerintahan Trump.

Pejabat AS itu mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran belum merinci sanksi apa yang akan terlebih dahulu dihapuskan.

Halaman
123
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved