Internasional

Mantan Jenderal Israel Sebut Program Nuklir Iran Sulit untuk Dilumpuhkan, Ini Penyebabnya

Mantan Jenderal Israel Sebut Program Nuklir Iran Sulit untuk Dilumpuhkan, Ini Penyebabnya

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
AP Photo via Atomic Energy Organization of Iran
Foto ini dirilis Kamis, 2 Juli 2020, oleh Organisasi Energi Atom Iran, menunjukkan sebuah bangunan setelah dirusak oleh api, di fasilitas pengayaan uranium Natanz sekitar 200 mil (322 kilometer) selatan ibukota Teheran, Iran. Sebuah kebakaran membakar gedung di atas fasilitas pengayaan nuklir Natanz bawah tanah Iran, meskipun para pejabat mengatakan itu tidak mempengaruhi operasi centrifuge atau menyebabkan pelepasan radiasi 

Beberapa di antara fasilitas nuklir milik Iran dilaporkan tersembunyi di bawah tanah dan di daerah pegunungan.

Secara keseluruhan, Yadlin menuturkan bahwa Iran telah belajar dari apa yang telah mereka lakukan.

“Tetapi kami juga telah belajar dari apa yang telah kami lakukan dan sekarang kami memiliki lebih banyak kemampuan,” sambung Yadlin.

Yadlin juga menyinggung bagaimana Iran mengeklaim mampu memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen.

Untuk dapat membuat senjata nuklir, dibutuhkan uranium dengan kemurnian 90 persen.

"Mereka bisa memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk menghasilkan dua atau tiga bom dengan cepat,” ujar Yadlin.

Dia menambahkan, rencana untuk menyerang dan menghancurkan program nuklir Iran tampaknya merupakan satu-satunya pilihan yang tersedia untuk Israel.

Menurut CNBC, mengutip ahli strategi militer Israel, opsi lain yang bisa diambil Israel untuk menghadapi program nuklir Iran adalah mendorong perjanjian yang lebih kuat antara Iran dan penandatangan kesepakatan nuklir.

Selain itu, Israel juga bisa menggunakan sanksi dan diplomasi untuk terus menekan Iran dan menggunakan serangan rahasia seperti serangan siber.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved