Pekan Pertama Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sleman Relatif Stabil 

Pedagang Pasar Sleman, Lasiyem mengatakan, memasuki pekan pertama ramadan, ada sejumlah barang yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
DOKUMENTASI Suasana di pasar tradisional Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pekan pertama di bulan ramadan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Sleman terpantau relatif masih stabil.

Ada bahan pokok yang harganya mengalami kenaikan dan penurunan, namun dinilai tidak signifikan. 

Pedagang Pasar Sleman, Lasiyem mengatakan, memasuki pekan pertama ramadan, ada sejumlah barang yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan.

Misalnya minyak goreng. Semula Rp 13.500 sekarang Rp 14 ribu per-liter. Kemudian, kenaikan juga terjadi pada harga komoditas sayur mayur.

Baca juga: Sebanyak 2.000 Guru di Klaten Sudah Menerima Suntikan Vaksin COVID-19

Baca juga: Sepekan Puasa, Harga Bahan Pokok di Kota Magelang Cenderung Fluktuatif

Brokoli Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu per-kilogram. Kentang dari Rp 12 ribu jadi Rp 14 ribu per kilogram.

Lalu, Kembang kol dari harga normal Rp 12 ribu, naik ke Rp18 ribu, dan kini merangkak jadi Rp 20 ribu per-kilogram. 

"Ramadan ini, harga relatif masih stabil," kata dia, Selasa (20/4/2021). 

Selain ada kenaikan, sejumlah harga komoditas terpantau juga mengalami penurunan. Seperti cabai rawit merah, awal Ramadan harganya Rp 70 ribu per kilo, pekan pertama ramadan ini, harganya berangsur turun ke Rp 40 ribu per-kilogram.

Bawang merah diharga Rp 28 ribu perkilogram. 

 "Padahal, Bawang merah biasanya sampe Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu perkilo," tuturnya. 

Pedagang lain, Sugianto mengungkapkan, lonjakan harga akan mulai terjadi biasanya dua minggu sebelum hari lebaran.

Saat ini, harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar Sleman dinilai masih relatif stabil. Gula pasir per kilogram diharga Rp 12 ribu. Sementara gula jawa Rp 11 ribu per kilogram. 

"Gula jawa turun Rp 2 ribu. Kemarin perkilo, Rp 13 ribu," ujar dia. 

Baca juga: Ciptakan Alat untuk Tingkatkan Produktivitas Petani, Dosen FTP UGM Raih Hermes Award 2020

Baca juga: Piala Menpora 2021: Komentar Kapten Bagus Nirwanto dan CEO PT PSS Seusai Kalah dari Persib Bandung

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman RR Mae Rusmi mengatakan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakuan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tingkat distributor dan petani dalam keadaan cukup sehingga harga di pasar tradisional di Sleman cenderung stabil.

Hanya ada beberapa komoditas yang cenderung sudah mengalami kenaikan. Di antaranya, telur dan daging ayam. 

Telur saat ini bertahan di harga Rp 24 ribu per kilo. Sementara daging ayam potong, Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu per kilo.

Harga tersebut dianggap masih lebih tinggi dibanding harga yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp 35 ribu perkilogram. 

 "Yang perlu diwaspadai ini memang harga daging ayam. Karena sudah melebihi harga yang ditetapkan pemerintah," ucap dia. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved