Breaking News:

Pantauan Harga Sembako DIY

Sepekan Puasa, Harga Bahan Pokok di Kota Magelang Cenderung Fluktuatif

Kepala Bidang (Kabid)  Perdagangan, Disperindag Kota Magelang Vivi Eri Setyowati menuturkan,  berdasarkan pemantauan di tiga pasar besar di Kota Magel

TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Suasana pasar Kebonpolo, Magelang, pada (15/04/2021) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang menyebutkan harga bahan pokok di Kota Magelang cenderung bergerak fluktuatif.

Kepala Bidang (Kabid)  Perdagangan, Disperindag Kota Magelang Vivi Eri Setyowati menuturkan,  berdasarkan pemantauan di tiga pasar besar di Kota Magelang harga bapok ada yang naik maupun turun harganya.

"Kami lakukan pemantauan pasar setiap hari dari tiga pasar yakni Pasar Rejowinangun, Kebonpolo, dan Gotong-Royong. Adapun, harga yang naik sepeti daging ayam ras seharga Rp 38.000 per kilogram. Untuk telur ayam ras menurun Rp 34.000 dan telur ayam kampung Rp 38.000. Sedangkan, beras, gula, dan terigu stabil harganya," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Selasa (20/04/2021).

Baca juga: Ciptakan Alat untuk Tingkatkan Produktivitas Petani, Dosen FTP UGM Raih Hermes Award 2020

Sementara itu, untuk harga cabai rawit merah mulai menurun seharga Rp 30.000 per kilogram, cabai merah makan rata-ratanya Rp 38.000 per kilogram, bawang merah Rp 30.000 per kilogram, dan bawang putih sincho Rp26.000 per kilogram.

Sedangkan, untuk harga kacang-kacangan per kilogramnya  mulai dari kedelai kuning lokal Rp 9.500, kedelai impor Rp 10.000, kacang tanah Rp 24.000, dan kacang hijau Rp 22.000.

"Kenaikan dan turunnya harga dipengaruhi dari permintaan. Seperti daging ayam, yang saat ini bertepatan dengan Ramadam permintaannya terus meningkat sehingga harganya pun naik. Sedangkan, untuk cabai rawit yang sempat mengalami kenaikan cukup tinggi kini mulai berangsur turun," ujarnya.

Baca juga: Piala Menpora 2021: Komentar Kapten Bagus Nirwanto dan CEO PT PSS Seusai Kalah dari Persib Bandung

Untuk persediaan bapok selama Ramadan, pihaknya mengklaim kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi.

Karena, pengamanan stok bapok sudah dilakukan jauh hari sebelum memasuki Bulan Ramadan.

"Untuk stok masih aman. Karena, dari pendataan kami baik dari distributor, market modern, hingga pasar tradisional ketersediaannya mencukupi sekali bahkan sampai tiga bulan ke depan," pungkasnya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved