FAKTA Lengkap Seputar European Super League: Kontroversi, Besaran Hadiah hingga Format Kompetisi

ESL adalah kompetisi antarklub Eropa dengan format baru yang dirilis oleh 12 tim elite Benua Biru pada Senin (19/4/2021) WIB

Editor: Muhammad Fatoni
Instagram @ Wetrollfootball
Logo European Super League atau Liga Super Eropa yang digagas sejumlah klub besar Eropa langganan Liga Champions 

Terkini, Florentino Perez yang kini menjabat sebagai Ketua Liga Super Eropa mengakui salah satu alasan pembentukan ESL adalah karena faktor finansial.

Florentino Perez menilai ESL adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan keuangan klub yang kini sedang krisis terutama selama pandemi virus corona.

"Real Madrid kehilangan banyak uang. Kami semua mengalami situasi yang buruk. Ketika tidak ada keuntungan, satu-satunya cara adalah menggelar pertandingan yant lebih kompetitif setiap pekan. Liga Super Eropa mampu mengakomodasi itu," kata Florentino Perez dikutip dari situs El Chiringuito.

"Tim di Spanyol, Italia, dan Inggris ingin mencari solusi untuk keunganan yang sangat buruk. Liga Super Eropa adalah satu-satunya cara. Liga Super Eropa akan membantu tim memulihkan pendapatan yang hilang," tutur El Chiringuito.

Besaran Hadiah 

Terkait keuntungan finansial dari Liga Super Eropa, jumlah yang didapatkan tim peserta Liga Super Eropa menurut berbagai sumber memang sangat tinggi.

New York Times mengklaim setiap tim peserta Liga Super Eropa dipastikan akan mendapatkan 400 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 5,8 triliun hanya dari partisipasi mereka.

Jika dibandingkan, angka itu empat kali lebih banyak dari hadiah yang dibawa pulang oleh Bayern Muenchen saat menjadi juara Liga Champions musim 2019-2020.

Man City Statement Super League
Man City Statement Super League (mancity.com)

Dalam rilis resmi Liga Super Eropa, 12 tim pendiri juga dipastikan akan mendapat uang sebesar 3,5 miliar dolar euro atau sekitar Rp 61,1 triliun hanya untuk komitmen mereka untuk mengikuti ESL saat ini.

Dikutip dari situs ESPN, perusahaan asal Amerika Serikat, JP Morgan, dikabarkan menjadi pendukung utama Liga Super Eropa dari segi finansial.

Perusahaan perbankan itu dikabarkan siap mengucurkan dana sebesar enam miliar dollar AS atau sekitar Rp 87 triliun agar Liga Super Eropa bisa berjalan.

Format Kompetisi

Format Liga Super Eropa sebenarnya tidak jauh berbeda dari Liga Champions, yakni fase grup dilanjutkan dengan babak gugur sampai final.

Namun, Liga Super Eropa nantinya hanya akan menggunakan dua grup saja dengan total peserta 20 tim.

Salah satu keunikan dari Liga Super Eropa adalah 15 tim yang berstatus sebagai pendiri dipastikan akan terus menjadi peserta setiap musimnya atau tidak akan terdegradasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved