Breaking News:

Kebutuhan Tinggi, Bupati Optimistis Produksi Minyak Kayu Putih Gunungkidul Bisa Ditingkatkan

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyebut kayu putih menjadi komoditas yang layak dikembangkan lebih lanjut.

TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kemeja hijau), melihat produk minyak kayu putih hasil penyulingan. Tampak Bupati Gunungkidul Sunaryanta (kedua dari kanan) turut mendampingi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, meninjau proses penyulingan minyak kayu putih di Pabrik Sendang Mole, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Senin (19/04/2021). Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut mendampingi proses tersebut.

Sunaryanta menyebut kayu putih menjadi komoditas yang layak dikembangkan lebih lanjut.

Pasalnya, kebutuhan akan minyak kayu putih tergolong tinggi.

"Kebutuhan dalam negeri sekitar 3.500 ton per tahun, sedangkan produksinya masih 600 ton per tahun," katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Sunaryanta, ini berarti ada jarak yang begitu jauh antara tingkat produksi dengan kebutuhan dalam negeri.

Ia pun melihat hal tersebut sebagai peluang bagi Gunungkidul.

Data dari Sendang Mole juga menunjukkan lahan tanam Kayu Putih di Gunungkidul luasnya hampir mencapai 4 ribu hektare.

Ia pun menyatakan produksi minyak kayu putih bisa lebih dioptimalkan dari lahan tersebut.

"Kita masih mampu memenuhi kebutuhan nasional yang melampaui hasil produksi," ujar Sunaryanta.

Pada sisi lain, ia berharap peningkatan kapasitas produksi tersebut juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved