Breaking News:

Sport

Bima Perkasa Jogja Sulit Cari Lapangan yang Sesuai Standar di Yogyakarta

ingin membangun lapangan basket standar di Yogyakarta yang tidak hanya bisa diakses tim pro namun juga bibit-bibit muda DIY.

wsucougars.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bima Perkasa Jogja (BPJ) dijadwalkan mulai berlatih menjelang babak playoff IBL 2021 setelah hari ini, Senin (19/4/2021), namun mereka masih belum menemukan lapangan yang pas dan sesuai standar di Yogyakarta.

GOR Klebengan dan Kridosono biasanya jadi opsi untuk latihan sebelum masuk liga.

Namun kondisi lantai dua GOR itu membuat risiko cedera pemain lebih besar saat latihan bersama David Singleton.

Adapun tempat lain seperti GOR Amongraga dan GOR UII, juga belum bisa diakses, lantaran masih tingginya angka penularan COVID-19.

Baca juga: Bima Perkasa Jogja Akan Sesuaikan Kontrak Galank Gunawa dan Isman Thoyib

Pendiri sekaligus presiden Bima Perkasa Jogja , Edy Wibowo, sempat ditawari latihan di luar Yogyakarta seperti di Magelang dan Solo.

Namun, opsi tersebut masih dia pertimbangkan.

"Kami kesulitan cari lapangan standar untuk latihan menuju playoff. Saya dan Dave (David Singleton) sama-sama setuju agar latihan pemain ini di lapangan standar yang aman karena kami tidak mau mengambil risiko cedera. Tapi masa iya tim dari Yogya latihan di luar Yogya," kata Edy, Senin (19/4/2021). 

Satu-satunya wakil Yogyakarta di liga basket tertinggi tanah air itu, akan menghadapi Louvre Dewa United Surabaya dalam babak playoff 23-25 Mei mendatang.

Bima Perkasa Jogja butuh persiapan serius agar bisa maksimal di play off sekaligus membuktikan bahwa Yogyakarta bukan sekadar kota dengan pasar basket yang cukup besar saja, namun juga bisa meraih prestasi olahraga di tingkat nasional. 

Baca juga: Lolos Ke Babak Playoff IBL, Bima Perkasa Jogja Liburkan Pemain Hingga 19 April 2021 Nanti

"Kans jadi juara terbuka lebar, Yogya mulai menakutkan bagi tim-tim dari Jakarta. Tapi kami harus membangun kekuatan tim dengan serius di jeda libur ini. Tapi kami tidak bisa ambil risiko dengan latihan keras di tempat yang tidak standar," sambung David Singleton.

Manajemen Bima Perkasa tampaknya tidak hanya memikirkan tim saja.

Edy rencananya ingin membangun lapangan basket standar di Yogyakarta yang tidak hanya bisa diakses tim pro namun juga bibit-bibit muda DIY.

"Sekarang berpikirnya jangka panjang, saya mau bangun lapangan standar yang bisa diakses semua atlet, khususnya di Bima Perkasa Academy, biar mereka aman dan nyaman dalam membangun potensinya," tandas Edy.( Tribunjogja.com

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved