Breaking News:

Update Corona DI Yogyakarta

Koordinator Gakkum Satgas Covid-19 DIY Panggil Lima Kasatpol PP untuk Evaluasi Pasar Sore Ramadan

Koordinator Bidang Gakkum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad mengatakan, pemanggilan yang ditujukan kepada pucuk tertinggi di Satuan Polisi Pamong

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bidang Penegak hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memanggil Kasatpol PP lima Kabupaten/Kota untuk melakukan supervisi terhadap operasional pasar sore Ramadan.

Koordinator Bidang Gakkum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad mengatakan, pemanggilan yang ditujukan kepada pucuk tertinggi di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu guna menindak lanjuti adanya potensi kerumunan saat pelaksanaan pasar sore ramadan.

Baca juga: Dapat Teguran dari Kemantren, Panitia Ramadan Jogokariyan Yogyakarta Pastikan Sudah Berbenah

"Ini sekaligus kami evaluasi, besok kami panggil lima Kasatpol PP di masing-masing daerah. Kami akan bahas soal pengawasan dan penertiban pasar sore ramadan ini," katanya, kepada Tribun Jogja, Minggu (18/4/2021)

Ia menambahkan, pelaksanaan pasar sore ramadan menjadi kewenangan dari tiap-tiap kelurahan, karena sesuai arahan dari Ketua Satgas Covid-19 DIY KGPAA Paku Alam X pelaksanaan PPKM Mikro ini terbagi menjadi beberapa hal.

Pertama, terkait ketertiban prokes bagi masyarakat ditingkat RT/RW, kedua terkait pelaksanaan mudik, dan ketiga menyangkut soal pelaksanaan pasar ramadan.

"Harusnya pemerintah tingkat Kelurahan yang mengatur itu, bersama Satpol PP Kota/Kabupaten. Karena dalam SK PPKM Mikro itu sudah diatur," jelasnya.

Ia mendesak, pihak kelurahan supaya memaksimalkan peran Linmas untuk memberikan pengawasan dan ketertiban pelaksanaan pasar sore ramadan.

Baca juga: Kerumunan Kegiatan Ramadan Jogokariyan Kota Yogyakarta, Legislatif Dorong Satpol PP Terlibat Aktif

"Padahal satu kelurahan itu ada sekitar 100 Linmas, ya kami desak supaya Kelurahan maksimalkan itu. Masak Provinsi harus turun tangan, kan kami fokus ke yang lainnya," tegas Noviar.

Ia berharap, pelaksanaan protokol kesehatan pada pekan pertama bulan Ramadan tahun ini dapat dijadikan evaluasi untuk hari berikutnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved