Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi Pagi Ini Sabtu 17 April 2021 : Guguran Lava Pijar Meluncur 3 Kali
Guguran lava pijar Merapi pada pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB teramati sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini (Sabtu, 17/4/2021).
Guguran lava pijar Merapi pada pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB teramati sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan pada periode tersebut gunung tampak jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati.
Aktivitas kegempaan gunung merapi yang terjadi ialah 18 gempa guguran dengan amplitudo 3-18 mm dan durasi 12-88 detik.
Baca juga: Detik-detik Banjir Lahar Hujan Merapi Terjang Hulu Kali Boyong
Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.
Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah utara dan barat laut.
Suhu udara 13-19°C, kelembaban udara 66-72 persen, dan tekanan udara 837-943 mmHg.
Sementara, sebelumnya pada periode pemantauan Jumat (16/4/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.
"Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Sabtu (17/4/2021).
Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode ini antara lain 12 gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm dan durasi 32-79 detik serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.6 detik, dan durasi 8 detik.
Secara meteorologi, pada periode ini cuaca Gunung Merapi cerah dan berawan.
Baca juga: Update Gunung Merapi Pagi Ini Jumat 16 April 2021 : Guguran Lava Pijar Meluncur Sebanyak 11 Kali
Angin bertiup sedang ke arah barat laut. Suhu udara 13-21°C, kelembaban udara 69-90 persen, dan tekanan udara 759-944 mmHg.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik. ( Tribunjogja.com )