PSS Sleman
Sempat Perkuat PSS U17 di Piala Soeratin, Bagas Umar Tunggu Debut di Tim Senior PSS Sleman
Sempat dibawa Dejan Antonic sebagai cadangan tapi tak dimainkan, tidak membuat Bagar Umar Pamungkas berkecil hati. Hal itu adalah bagian dari proses.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bagi anak muda yang memiliki ambisi menjadi pemain sepak bola, menjadi bagian dari klub ternama adalah sebuah impian.
Pengalaman itu nyata bagi pemain muda yang baru promosi dari akademi PSS Sleman, Bagas Umar Pamungkas.
Umurnya kini menginjak 20 tahun, umur yang telah memasuki fase produktif untuk menjadi pesepakbola.
Tambah lagi, Bagas juga kini berkuliah di jurusan pendidikan kepelatihan olahraga, FIK UNY.
Sebelumnya Bagas juga merupakan lulusan dari SSB AMS Sayegan, dan telah bermain sepak bola sejak umur 10 tahun.
Lengkap baginya memiliki pekerjaan sebagai pemain profesional di bidang sepak bola, sekaligus menjalankan hobi, hingga mengeyam pendidikan yang karib dengan apa yang ia cita-citakan.
Baca juga: Debut Bersama PSS Sleman, Saddam Emiruddin Gaffar Merasa Belum Maksimal
"Rasanya bahagia ketika ditawari manajemen untuk masuk PSS Sleman. Apalagi saya memang punya cita-cita masuk PSS Sleman waktu awal pengen jadi pesepak bola. Dulu pertama kali lihat PSS Sleman main saya langsung jatuh cinta, waktu itu saya masih SD, diajak teman-teman nonton di Stadion Maguwoharjo, sekitar tahun 2012. Terus saya bilang ke diri saya, 'suatu saat saya akan bermain di sana,' alhamdulillah sekarang terwujud," cerita Bagas kepada Tribunjogja.com tempo hari.
Ia mengungkapkan kebanggaannya ketika mengetahui dirinya direkrut oleh PSS Sleman.
Ketika itu ia tidak sabar untuk mengabari orang tuanya, dan bercerita kepada teman sebayanya.
"Kesan pertama itu, waktu pertama kali direkrut dan pertama kali laithan, saya langsung cerita ke orang tua, terus juga ke teman-teman. Saya bangga juga bisa kerja lewat jalur hobi," jelasnya.
Bagas resmi bergabung dengan PSS Sleman menjelang turnamen pramusim, Piala Menpora 2021.
Namun ia belum pernah sekalipun mendapat kesempatan debut, meski di satu pertandingan sempat dibawa pelatih, Dejan Antonic sebagai cadangan.
Posisinya sebagai sayap memang cukup sulit bersaing di tim, nama-nama seperti Irfan Jaya, Irkham Milla, Derry Rachman, dan Arthur Irawan lebih sering mengisi line up PSS Sleman.
Namun, Bagas tidak berkecil hati, ia menilai jika hal itu adalah bagian dari proses.
Bahkan ia juga tidak iri melihat Saddam Gaffar, pemain yang seumuran dengannya telah memulai debut lebih dulu.
"Saya tetap bakal latihan dengan keras supaya dilirik oleh pelatih, saya juga optimis bisa tembus sebagai pemain inti," kata penggemar Andik Vermasyah ini.
Baca juga: Tradisi Unik PSS Sleman Mengorbitkan Pesepakbola Argentina
Bawa Juara Akademi PSS U17
Pada tahun 2017 silam, Bagas adalah pemain yang memperkuat PSS U17 di Piala Soeratin.
Saat itu ia dan teman-temannya hanya berhasil membawa gelar juara 3.
Momen itu juga hingga kini masih membekas di hati Bagas, lantaran baginya PSS U17 telah bermain dengan baik, namun tidak bisa menjadi kampiun pada turnamen tersebut.
"Sampai sekarang momen itu jadi momen tersedih buat saya pas jadi pemain sepak bola, kita itu kayaknya sudah main bagus, tapi harus kalah waktu adu penalti lawan Manajam Kalimantan," kata pria kelahiran 3 Februari 2001.
Saat itu PSS U17 dilatih oleh mantan legenda PSS Sleman, Lafran Pribadi.
Hingga saat ini, Bagas masih mengidolakan Lafran sebagai pelatih yang juga berpengaruh kepada karirnya.
Selain itu, Bagas juga mengidolakan Andik Vermasyah, lantaran pemain langganan timnas itu memiliki badan yang kecil namun gesit ketika mendapat bola di kakinya.
Baginya, skill yang dipergakan Andik merupakan skill pemain yang berkelas.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sempat-perkuat-pss-u17-di-piala-soeratin-bagas-umar-tunggu-debut-di-tim-senior-pss-sleman.jpg)