Tradisi Unik PSS Sleman Mengorbitkan Pesepakbola Argentina
Berlabuhnya Nicolas Leandro Velez ke PSS Sleman musim kompetisi 2021 melanjutkan tradisi unik di tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Berlabuhnya Nicolas Leandro Velez ke PSS Sleman musim kompetisi 2021 melanjutkan tradisi unik di tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman, yang 'hobi' mengorbitkan pesepakbola asal Argentina.
Ya, PSS Sleman dan negeri Tango memang memiliki cerita menarik.
Sebab, beberapa pesepakbola Argentina pernah diorbitkan oleh tim berlogo Candi tersebut dalam beberapa periode.
Baca juga: Perbedaan Kencing Manis dan Diabetes yang Perlu Dipahami
Musim kompetisi 2019 lalu atau tahun pertama promosi, PSS punya Brian Ferreira yang menjelma menjadi bintang. Meski debutan di kompetisi sepak bola Indonesia, Brian yang pernah bermain untuk Johor Darul Ta’zim, Malaysia, tak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Bahkan sejak laga perdana, Brian bukan hanya mencuri hati Sleman Fans, melainkan juga pecinta sepak bola Indonesia berkat permainan cantiknya.
Ia mengemas dua assist dan satu gol di laga perdana Liga 1 2019, ketika PSS mencukur Arema, 3-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Tercatat, hingga akhir kompetisi ia mengoleksi total 9 gol, 5 assist dari 20 penampilan bersama Laskar Sembada.
Jauh sebelum itu, PSS tercatat memiliki sejarah panjang dengan pesepakbola Argentina. Hal itu diamini oleh manajer PSS era 2004-2007, Hendricus Mulyono.
"Pak Ibnu Subiyanto, Bupati Sleman pada saat itu, menjabat Ketua Umum PSS bersama saya berangkat ke Argentina untuk merekrut pemain. Kurang lebih selama dua minggu kami keliling Buenos Aires melihat beberapa pertandingan untuk merekrut pemain," kata Hendrikus Mulyono dilansir dari laman resmi klub.
Saat itu, Ibnu Subiyanto berambisi membawa PSS berprestasi di pentas sepak bola nasional dengan strategi jemput bola, berbeda jika pemain datang melalui agen yang membuat harganya jauh lebih mahal.
"PSS memiliki anggaran atau dana hanya Rp 4 miliar, tugas dari Pak Bupati rekrut pemain asing dengan budget maksimal Rp. 400 juta per musim menyesuaikan kondisi keuangan. Saat itu PSS masih memakai APBD sebagai pendanaan operasional dan dibolehkan," terang Hendrikus Mulyono.
Lima legiun asing Argentina pun didatangkan manajemen PSS, empat pemain dan satu pelatih, Horacio Montes. Hanya satu pemain yang bisa membawa PSS ke level permainan yang lebih bagus, yakni Gaston Castano.
“Berposisi sebagai striker Gaston penampilannya terus meningkat. Musim pertamanya di Liga Indonesia langsung mengemas 10 gol karena adaptasinya cepat termasuk lancar berbahasa Indonesia dalam waktu dua bulan. Pada saat itu Ia memenuhi syarat, masih muda, pekerja keras, dan bisa ditingkatkan kualitasnya," ungkap pria yang akrab disapa Mbah Mul itu.
PSS Sleman jadi batu pijakan Gaston melebarkan karier sepakbola di Indonesia. Setelah tak terikat kontrak dengan PSS Sleman, ia berganti-ganti klub dari PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, PSMS Medan, Gresik United, Pelita Bandung Raya, dan Persela Lamongan.
Baca juga: OJK Dorong Pemulihan Ekonomi dengan Menjaga Stabilitas Keuangan Perbankan
Menarik disimak tentunya kiprah Nicolas Velez bersama PSS Sleman musim ini. Harapan besar tersemat padanya, yang harus dibuktikan melalui kontribusi yang ia berikan di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nicolas-velez-saat-tampil-bersama-klub-india-north-east-united.jpg)