Breaking News:

Masih Ada Pasar Sore Ramadan yang Abaikan Prokes, Wawali Kota Yogyakarta: Harus Dievaluasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut masih terjadi kerumunan massa di beberapa Pasar Sore Ramadan hari perdana, Selasa (13/4/2021) lalu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut masih terjadi kerumunan massa di beberapa Pasar Sore Ramadan hari perdana, Selasa (13/4/2021) lalu.

Eksekutif pun meminta kepada pihak penyelenggara, agar segera mengevaluasi terkait penerapan prokesnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menandaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan wilayah, supaya lebih selektif memberikan izin untuk menggelar pasar sore.

Hanya saja, ada kelengahan di hari pertama, misalnya di Kampung Jogokariyan.

Baca juga: Warga Kauman Bantul Lestarikan Tradisi Takjil Bubur dan Jam Matahari

"Mungkin karena awal-awal, mestinya itu akan jadi evaluasi agar hari berikutnya tidak terjadi lagi. Harapan kami, itu tidak dibiarkan, harus dievaluasi, agar potensi kerumunan bisa dikendalikan, ya," cetusnya, Rabu (14/4/21).

Menurutnya, Pemkot sudah menggariskan aturan mengenai pelaksanaan Pasar Sore Ramadan di Kota Yogyakarta. Yakni, dengan jumlah pedagang yang dibatasi, jarak antar penjual minimal lima meter, hingga penerapan sistem drive-thru supaya transaksi lebih cepat, tanpa antrean.

"Makanya, ini oleh teman-teman kemantren, sifatnya kan dinamis, mana yang harus dikuatkan dulu ya, dalam upaya mencegah terjadinya kerumunan," katanya.

Baca juga: Resep Sambal Goreng Hati Kentang, Makanan yang Tahan Lama untuk Sahur dan Buka Puasa

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno berujar, sosialisasi, serta edukasi sejatinya sudah disampaikan sejak jauh hari sebelum bulan puasa.

Jelasnya, bagaimanapun juga, protokol kesehatan harus diterapkan, agar kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan.

"Kita tidak perlu dengan keributan dan kekerasan untuk mengendalikan kerumunan itu ya, masing-masing panitia mempunyai cara saya kira. Nanti kita dari Satpol back up panitia mengendalikan," tegas Agus. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved