Internasional

Tensi di Laut China Selatan Meningkat, AS dan China Sama-sama Kirimkan Kapal Induk

Tensi di kawasan Laut China Selatan terus menghangat dalam beberapa waktu terakhir.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
via Kompas.com
Teritorial Laut China Selatan yang di klaim China 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING - Tensi di kawasan Laut China Selatan terus menghangat dalam beberapa waktu terakhir.

Kelompok ekspedisi Angkatan Laut AS melakukan latihan gabungan dengan Filipina di kawasan tersebut.

Tak ingin tinggal diam, militer China mengirimkan kapal Induknya ke kawasan Laut China Selatan.

AS dan Filipina sedang mempersiapkan latihan bersama, ketika Menteri Pertahanan AS mengusulkan cara untuk memperdalam kerja sama militer antara Washington dan Manila.

Ini terjadi setelah China mengerahkan kapal di perairan yang disengketakan.

Global Times yang dikelola pemerintah China pada Minggu (11/4/2021) mengatakan kapal induk pertama negara itu, Liaoning, berlayar ke Laut China Selatan pada Sabtu (10/4/2021).

Kapal itu sebelumnya menyelesaikan satu minggu latihan angkatan laut di sekitar Taiwan.

Tidak ada pengumuman resmi tentang posisi Liaoning.

Tetapi tabloid China mengutip gambar satelit yang pertama kali dilaporkan oleh outlet media AS The War Zone.

Kedatangan Liaoning yang dilaporkan di Laut Cina Selatan terjadi setelah kapal ekspedisi Angkatan Laut AS, yang digawangi oleh kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal serbu amfibi USS Pulau Makin, melakukan latihan di Laut Cina Selatan sehari sebelumnya.

Dua kapal perang flat-top bergabung dengan kapal penjelajah, kapal perusak, dan kapal amfibi yang lebih kecil.

Kapal-kapal tersebut juga membawa ratusan pasukan darat Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-15 serta helikopter pendukung dan jet tempur F-35.

"Kekuatan serangan ekspedisi ini sepenuhnya menunjukkan bahwa kami mempertahankan kekuatan tempur yang dapat dipercaya, yang mampu menanggapi segala kemungkinan, mencegah agresi, dan memberikan keamanan dan stabilitas regional dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Kapten Angkatan Laut AS Stewart Bateshansky , komodor, Skuadron Amfibi 3, melansir CNN pada Selasa (13/4/2021).

Global Times mengutip pakar militer China, Wei Dongxu, yang mengatakan bahwa latihan Angkatan Laut AS adalah sebuah provokasi.

“Latihan oleh kapal induk China dapat membangun posisi pertahanan maritim yang lebih luas, menjaga wilayah pesisir China, dan menjaga aktivitas militer AS," kata laporan itu, mengutip Wei.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved