Breaking News:

Kabupaten Bantul

Ada 7.000 Pelaku Pariwisata, Dinpar Bantul Selektif Mendata Sasaran Vaksin

Nantinya semua pelaku pariwisata di Bantul akan mendapat vaksin, hanya saja pelaksanaannya bertahap.

SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Dalam melakukan pendataan, pihaknya harus lebih berhati-hati dan selektif.

Sehingga vaksin COVID-19 bisa diterima oleh sasaran yang tepat.

Agar tepat sasaran, pihaknya selalu berkoordinasi dengan asosiasi maupun kelompok pelaku pariwisata.

Baca juga: Jadi Prioritas, Vaksinasi Covid-19 untuk Guru di Bantul Ditargetkan Selesai Bulan Juni 2021

Sehingga data yang diusulkan adalah data yang sudah valid.

Pihaknya pun turut mensosialisasikan pentingnya vaksinasi.

Sebab ada beberapa pelaku pariwisata yang menolak divaksin karena takut.

"Karena ada yang ternyata takut disuntik, kemudian pas jadwal vaksin ternyata tidak datang. Ada juga yang terkena COVID-19, kan harus menunggu tiga bulan. Jadi kami koordinasi dengan asosiasinya juga supaya valid. Kami juga sosialisasi, karena ada yang takut,"ujarnya.

Sebelumnya, Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa  mengatakan ada sekitar 1.100an pelaku pariwisata yang akan divaksin.

Vaksinasi akan dilaksanakan pada bulan April.

"Vaksinasi akan dilaksanakan selama bulan puasa. Karena jumlahnya relatif sedikit, mungkin Apil sudah selesai. Vaksinasi masih dilakukan secara bertahap, karena memang tergantung ketersediaan vaksin juga,"ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved