ADVERTORIAL
Tari Klasik Jawa Bedhaya Mintaraga Digelar untuk Kali Pertama
Bedhaya Mintaraga diilhami dari Serat Lenggahing Harjuna yang ditulis sendiri oleh Sri Sultan sebagai bentuk piwulang (pengajaran).
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
Etnokoreolog dan Pengajar Program Pascasarjana Institut Seni Indonesesia (ISI) Surakarta, RM Pramutomo R.M. Pramutomo menuturkan, pertunjukan Bedaya Mintaraga Yasan dalem Sri Sultan Hamengku Buwana X merupakan sebuah pengalaman estetis yang bernilai edukasi tersembunyi.
Kesan ini sebagai bentuk respons awal ketika sajian Bedaya Mintaraga mampu mengekspresikan sejumlah konfigurasi menarik dan bernuansa agung.
Sebagaimana lazimnya genre Bedaya karya ini ditarikan oleh sembilan penari wanita dengan tingkat kedalaman kepenarian yang rata.
"Sebagai karya Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana X karya ini jelas menjadi representasi sebuah otoritas estetis Sultan dalam menuangkan gagasannya ke dalam sebuah karya seni tari," paparnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tari-klasik-jawa-bedhaya-mintaraga-digelar-untuk-kali-pertama.jpg)