Kabar Terbaru Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta

Catatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogayakarta masih mengalami penambahan sebanyak 222 kasus

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Petunjuk arah menuju Malioboro di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Catatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogayakarta masih mengalami penambahan sebanyak 222 kasus, hingga Jumat (9/4/2021)

Seorang pedagang tengah diinjeksi vaksin COVID-19 dosis kedua, di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Senin (15/3/2021).
Seorang pedagang tengah diinjeksi vaksin COVID-19 dosis kedua, di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Senin (15/3/2021). (TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan)

Dengan penambahan kasus baru tersebut maka sejauh ini sudah ada 35.225 warga di DI Yogyakarta yang terinfeksi.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 di DIY, Berty Murtiningsih membeberkan, penambahan kasus terjaring melalui upaya periksa mandiri sebanyak 28 kasus.

Ada juga dari tracing kontak kasus positif 158 kasus, dan satu kasus berasal dari perjalanan luar daerah. "Untuk yang belum ada info terdapat 35 kasus," terang Berty.

Rincian distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah sebagai Berikut:

1. Kota Yogyakarta 18 kasus

2. Kabupaten Bantul 106 kasus,

3. Kabupaten Kulon Progo 33 kasus

4. Kabupaten Gunungkidul enam kasus dan

5. Kabupaten Sleman 59 kasus

Berty kemudian melaporkan penambahan kasus sembuh yakni sebanyak 151 kasus. "Sehingga total sembuh menjadi 29.360 kasus," terangnya.

Adapun rincian distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah Kota Yogyakarta 12 kasus, Bantul 77 kasus, Kulon Progo 16 kasus, Gunungkidul 18 kasus, dan Sleman 28 kasus.

Di sisi lain, angka kematian akibat Covid-19 kembali bertambah.

Hari ini dilaporkan ada penambahan kasus meninggal sebanyak enam kasus.

Rincian kasus meninggal adalah sebagai berikut:

1. Kasus 32.111 :Laki laki, 65 th, Sleman

2. Kasus 32.814 :Perempuan, 85 th, Sleman

3. Kasus 34.354 :Laki laki, 53 th, Sleman

4. Kasus 34.744 :Perempuan, 59 th, Sleman

5. Kasus 34.765 :Perempuan, 80 th, Sleman

6. Kasus 35.230 :Laki laki, 69 th, Kota Yogyakarta

"Sehingga kasus meninggal menjadi 846 kasus," terangnya.

Vaksin Tahap Kedua

Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menargetkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua selesai pada bulan Juni 2021. Untuk diketahui, saat ini pemerintah masih menyelesaikan vaksinasi tahap dua yang menyasar kalangan pelayan publik serta warga lanjut usia (lansia).

Setelahnya akan dilanjutkan vaksinasi tahap tiga yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie merinci perkembangan vaksinasi di DI Yogyakarta hingga Rabu (7/4/2021) lalu.

Untuk warga lansia, dari jumlah sasaran sebanyak 590.892 orang, saat ini sudah ada 87.864 lansia yang telah menerima suntikan vaksin. Sedangkan sebanyak 3.956 orang diantaranya telah menerima suntikan dosis kedua.

"Untuk lansia cakupannya sudah naik ya, jadi 12,82 persen. Dosis kedua 1,34 persen," terang Pembajun, Kamis (8/4/2021).

Untuk pelayan publik, sementara ini terdapat 151.795 orang yang telah menerima injeksi dosis pertama. Sedangkan 84.273 orang diantaranya telah menerima dosis kedua.

Persentasenya adalah sebesar 45,35 persen dari total sasaran sebesar 313.314 orang. "Sedangkan 25,17 persen untuk dosis kedua," ungkapnya.

Lebih jauh, untuk vaksinasi tahap pertama yang menyasar kalangan sumber daya manusia kesehatan (SDMK), pelaksanaannya sudah melebihi target yang ditetapkan.

"SDMK total dosis satu ada 45.619 orang. Dosis kedua 41.128. Sudah diatas 100 persen karena sasarannya diregistrasi ada 41.518," terangnya.

Saat ini cakupan vaksinasi warga lansia masih tergolong minim. Menurut Pembajun ini dipengaruhi oleh sejumlah kendala.

Pertama, lansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Pelaksanaan vaksin lansia hanya dianjurkan melalui fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Sehingga upaya percepatan melalui kegiatan vaksinasi massal tidak bisa diselenggarakan secara masif.

"Sebenarnya menurut pedoman lansia itu di fasyankes karena komorbidnya yang kita khawatirkan dan usia fisiknya. Cuma untuk mempercepat kita lakukan massal," terangnya.

Selain itu, lansia secara umum dikenal tak memiliki mobilitas yang tinggi. Mereka terkadang kesulitan untuk menuju fasyankes karena jaraknya yang teralalu jauh atau memang karena kemampuan mobilitasnya yang berkurang.

Kendala terakhir, lansia merupakan kelompok yang rentan terkena komorbid. Sehingga terkadang mereka tak lolos tahap skrining kesehatan sebelum menerima suntikan.

"Yang kita temui ada diabetes, hipertensi, dan jantungnya. Hari rabu itu banyak lansia yang datang ke konsulen terkait masalah jantung.

Lebih jauh, Pembajun memastikan bahwa stok vaksin di DIY masih mencukupi. Terkahir, Dinkes DIY telah menerima kiriman sebanyak 12.100 vial atau 121.000 dosis vaksin Covid-19.

"Kita sendiri punya cadangan sekitar 1.300 vial," jelasnya.

Kendati kiriman vaksin sempat tersendat, Pembajun menargetkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dapat terselesaikan di bulan Juni tahun ini. ( Tribunjogja.com | Tro )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved