Breaking News:

PSIM Yogyakarta

Imam Arief Fadillah Siap Kerja Keras di Bawah Mistar Gawang PSIM Yogyakarta

Selain Jordy, ada Imam Arief Fadillah, penjaga gawang senior sarat pengalaman membela klub-klub besar Tanah Air yang digaet Laskar Mataram.

(Dok PSIM)
Rekrutan anyar PSIM Yogyakarta di bawah mistar gawang, Imam Arief Fadillah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sektor penjaga gawang PSIM Yogyakarta tak luput dari perombakan besar yang dilakukan jajaran tim pelatih.

Dua nama musim lalu dipastikan tidak bertahan, tersisa Jordyno Putra Dewa yang sudah gabung latihan.

Selain Jordy, ada Imam Arief Fadillah, penjaga gawang senior sarat pengalaman membela klub-klub besar Tanah Air yang digaet Laskar Mataram.

Dikatakan Imam, pilihannya bergabung ke PSIM Yogyakarta tak lepas dari figur mantan rekan setimnya di Persib Bandung, Purwaka Yudhi dan Ahmad Subagja Baasith.

Baca juga: Dinkes DIY Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Selesai Bulan Juni 2021

"Kemarin saya masih bertahan di Sriwijaya, tapi juga ada tawaran dari beberapa tim Liga 1. Saya pikir lagi, di samping juga ada dorongan dari Mas Purwaka, dan Basith, jadi saya akhirnya memilih bergabung ke PSIM. Sebelumnya PSIM pun sudah lebih dulu menghubungi saya," ujar pesepak bola berusia 31 tahun ini.

"Saya melihat, Mas Purwaka, Beni Wahyudi saja masih bertahan di sini. Berarti kan ada suatu kenyamaan di tim. Pelatih kepalanya pun memang saya idolakan juga, saya melihat beliau figur pelatih yang asyik," tambahnya.

Ekspektasi Imam Arief terbukti, menurutnya PSIM Yogyakarta memiliki kekeluargaan yang bagus. Ia pun merasa tak kesulitan menjalani adaptasi bersama tim barunya tersebut.

"Kendala tidak ada sedikitpun, saya menikmati setiap prosesnya. Memang ini lah yang saya harapkan, kenyamanan di klub. Apalagi culture Sunda dan Jawa ini kan juga tidak jauh berbeda," kata pesepak bola asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini.

Disinggung soal persaingan di bawah mistar gawang, Imam mengaku tak mempersoalkan. Sebab menurutnya yang terpenting ialah bekerja keras saat latihan, untuk memberikan hasil yang terbaik di pertandingan.

Siapapun yang nantinya dipercaya mengemban posisi utama penjaga gawang, junior atau senior, ia akan tetap memberikan dukungan.

"Ya, sejauh ini baru saya dan Jordy. Siapapun penjaga gawang yang nantinya datang, kami tentunya akan menyambut baik," ujar Imam.

"Siapun yang terpilih sebagai penjaga gawang utama, saya mendukung 1000 persen. Saya tidak melihat junior atau senior, bersaing secara sehat. Justru harus ada sinergi yang baik tiga kiper plus satu pelatih kiper Coach Didik, saling mendukung performa di lapangan," lanjutnya.

"Bicara target pasti semua mau tim ini ke Liga 1. Tapi saya pribadi punya target ingin paling sedikit kebobolan. Bertekad selalu menang di setiap pertandingan, fokus step by step, satu per satu game. Tidak kemasukan, dan tim menang," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Izinkan Pasar Sore Ramadan di Zona Hijau dengan Sistem Drive Thru

Tekuni Usaha Kuliner

Sadar betul bahwa tidak selamanya akan bergantung kepada sepak bola, Imam Arif mulai merintis usaha kuliner bersama sang istri di Tasikmalaya, Jawa Barat. Usaha yang dirintisnya yakni di bidang kuliner, diberi nama 'Ayam Geprek Wadaw'.

"Ya karena usia tidak muda lagi, harus cepat-cepat membuka ruang usaha, sementara di sektor makanan yang dikelola oleh istri. Alhamdulillah banyak yang beli, banyak yang suka, Alhamdulillah saya syukuri," pungkasnya.

Biodata
Nama: Imam Arief Fadillah
Ttl : Tasikmalaya, 14 Desember 1989 (umur 31)
TB: 180 cm
Karier
2009 Persib Bandung U-21
2010 Persib Bandung
2011-2012 Persitara Jakarta Utara
2013-2014 PS Bangka
2014-2015 Persika Karawang
2016-2017 Barito Putera
2017 Persib Bandung
2018 PSM Makassar
2019 Persebaya Surabaya
2020 Sriwijaya FC
2021 PSIM Yogyakarta(Han)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved