Breaking News:

Salat Tarawih Berjamaah di Klaten saat Bulan Ramadan Diperbolehkan, Tapi Durasinya Diminta Singkat

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, jika pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid hanya boleh untuk RT atau daerah yang berada di zona hijau saja.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ronny Roekmito saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (7/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelaksanaan Salat Tarawih secara berjamaah di Masjid pada saat Bulan Ramadan 1442 Hijriah di Kabupaten Klaten diperbolehkan.

Namun, pengurus Masjid yang ada di Kabupaten Klaten diminta untuk tidak memperpanjang durasi pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah, termasuk mempersingkat ceramah.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, jika pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid hanya boleh untuk RT atau daerah yang berada di zona hijau saja.

Baca juga: BPD DIY Perluas Akses Pembayaran Non Tunai Melalui QRIS di Objek Wisata Kulon Progo

Adapun untuk daerah yang berada di zona merah diminta untuk melaksanakan Salat Tarawih di rumah saja.

"Tarawih kita izinkan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Intinya pedomani PPKM berbasis mikro. Kalau daerah zona merah tidak boleh di rumah saja," ujarnya saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (7/4/2021).

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten, Ronny Roekmito, menambahkan untuk surat edaran pelaksanaan tarawih sedang dalam proses penerbitan.

"Terkait surat edaran mengenai Salat Tarawih, edaran dari Kemenag dan MUI akan kita pedomani menjadi surat edaran bupati. Saat ini sedang proses," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Salat Tarawih berjaamah di masjid diperbolehkan asalkan menerapkan pembatasan jamaah dan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat.

"Untuk Tarawih kapasitas Masjid hanya 50 persen. Durasinya Salat juga ustadnya agar memperpendek, kalau bisa ya 11 rakaat saja," jelasnya.

Baca juga: Jadi Prioritas, Vaksinasi Covid-19 untuk Guru di Bantul Ditargetkan Selesai Bulan Juni 2021

Kemudian, untuk kampung Ramadan, pihaknya masih akan melakukan pengkajian dan belum mengeluarkan izinnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten, Anif Solikhin mengatakan, jika pelaksanaan ibadah bulan Ramadan secara berjamaah di masjid dilaksanakan sesuai protokol kesehatan COVID-19.

"Kemarin edaran dari Menteri Agama sudah turun intinya ibadah bisa dilaksanakan dengan prokes. Artinya wajib berjarak satu meter, pakai masker, selain itu untuk kultum maksimal 15 menit," katanya.

Adapun untuk pelaksanaan Salat Tarawih, lanjutnya dilakukan secara singkat dan untuk itikaf di Masjid saat Bulan Ramadan juga ditiadakan karena masih adanya pandemi COVID-19. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved