Breaking News:

Sebanyak 30 Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman Terima Asimilasi 

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Sleman di Cebongan, Sumberadi, Mlati, telah membebaskan warga binaan untuk berbaur

TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Kepala Lapas Kelas II B Sleman, Kusnan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Sleman di Cebongan, Sumberadi, Mlati, telah membebaskan warga binaan untuk berbaur dengan masyarakat dalam rangka asimilasi di rumah. Sepanjang bulan Januari - Maret 2021, sudah ada puluhan warga binaan yang menerima program dari Pemerintah Pusat tersebut. 

"Dari Januari 2021, hingga sejauh ini sudah ada 30-an orang (yang diasimilasi)," kata Kepala Lapas Kelas II B Sleman, Kusnan, Selasa (5/4/2021). 

Jumlah tersebut, kata dia, dimungkinkan masih bisa bertambah.

Baca juga: Sebanyak 148 Siswa Kelas III SMPN 5 Wates Kulon Progo Jalani ASPD Hari Kedua

Sebab, sepanjang tahun 2020 saja, warga binaan di Lapas Cebongan yang menerima asimilasi sebanyak 125 orang. Program tersebut menurutnya sejauh ini berjalan lancar. 

"Belum ada (warga binaan) yang asimilasi, kemudian dimasukkan kembali," ujar dia. 

Asimilasi merupakan program dari Pemerintah, dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Pemberian Asimilasi tertuang dalam peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 32 tahun 2020. 

Kusnan menilai, pemberian asimilasi untuk warga binaan di Lapas Cebongan cukup efektif.

Sebab dapat menurunkan jumlah penghuni kamar atau sel tahanan selama masa Covid-19. 

"Sebelum pandemi ini, kita biasanya 300an lebih, sekarang turun, karena program asimilasi dari pusat," ujar dia.

Baca juga: Cegah Paham Terorisme Berkembang di Ponpes, Kemenag Bantul Lakukan Pengawasan dan Pembinaan

Lapas Cebongan saat ini dihuni 228 warga binaan dari kapasitas 225 orang. Meski, kelebihan tiga orang, menurut Kusnan jumlah tersebut masih dianggap berimbang, tidak termasuk over kapasitas. 

Pantauan di lokasi, didalam lapas Cebongan sudah ada sejumlah wastafel atau tempat cuci tangan. Tersedia pula ruang isolasi berkapasitas 40 orang.

Ruang tersebut, kata Kusnan, digunakan untuk menampung sementara warga binaan yang baru datang.

Menurut dia, sebelum masuk ke kamar dan berbaur bersama warga lainnya, tahanan baru terlebih dahulu harus menjalani karantina di ruang isolasi selama 14 hari. 

"Ketika ada tahanan baru masuk, harus dijamin atau dipastikan, yang bersangkutan tidak ada gejala atau terpapar. Jadi, tidak boleh kemana-mana dulu, di ruang Isolasi selama 14 hari," tuturnya. (Rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved