Densus 88 Gerebek Rumah di Bantul

Fakta-fakta Penangkapan Terduga Teroris dan Penggeledahan 2 Rumah di Bantul

Pada Jumat (2/4/20210 lalu, Densus 88 menangkap seorang warga Bantul yang diduga teroris.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA/AHMAD SYARIFUDIN
Rumah yang digerebek oleh Densus 88 di Widoro, Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada Jumat (2/4/20210 lalu, Densus 88 menangkap seorang warga Bantul yang diduga teroris.

Selain melakukan penangkapan terduga teroris, Densus 88 juga menggeledah dua rumah terduga teroris di Kabupaten Bantul.

Dua rumah tersebut masing-masing terletak di RT 02 Padukuhan Segoroyoso I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret dan RT 03 Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Berikut fakta-fakta seputar penangkapan terduga teroris dan penggeledahan dua rumah di Bantul :

Penggeledahan di RT 03 Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon

1. Densus 88 mengamankan seorang pria berusia 45 tahun

Lurah Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo menyebut warga diamankan oleh Densus 88 adalah W (45).

Ia tidak tahu kapan W diamankan oleh Densus 88.

Hanya saja, ia diminta untuk menjadi saksi dalam penggeledahan di rumah W. 

Ketua RT setempat, Syafii menceritakan dirinya didatangi oleh anggota kepolisian dari Densus 88, sekira pukul 08.00 WIB.

Ia diminta untuk tidak kemana-mana.

Sebab, katanya, akan ada pengeledahan di rumah salah satu warganya berinisial W.

Dirinya diminta untuk tidak bercerita kepada siapapun. Kebetulan, rumah W tidak begitu jauh dari kediamannya. 

2. Profesi W sebagai penjual soto

Yuni Ardi Wibowo mengatakan, sehari-hari, W bekerja sebagai penjual soto.

"Asli Wonosari, di Widoro ikut istrinya," katanya, Jumat (02/04/2021).

Ia menerangkan sudah sekitar dua pekan W tidak berjualan soto.

Warungnya dalam kondisi tutup. 

3. Kepribadian W

Menurut Yuni Ardi Wibowo, W adalah sosok yang cukup tertutup dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat. 

"Kebetulan rumahnya agak jauh dari perkampungan, dekat dengan sawah,"terangnya. 

Ketua RT 03, M Syafii menuturkan, sosok W terbilang biasa saja dan tidak terlalu tertutup.

Keluarga W sudah lama tinggal di RT 03, sebab istri W merupakan warga Padukuhan Widoro.

Namun sebelum pindah ke RT 03, W diketahui tinggal di RT 06.

"Kesehariannya ya jualan soto. Biasa saja, kalau tertutup banget sih enggak," bebernya. 

Menurut adik ipar W, Titik Nur Sholehah, ia mengaku mengenal baik sosok W, bahkan sering berinteraksi dan tegur sapa dengan Istri dan anak-anaknya.

Di mata keluarga, menurutnya W adalah sosok yang baik. 

"Pribadi yang baik, care dan membantu sebisanya ketika ada keluarga kesulitan," ucap dia. 

4. Penggeledahan rumah W

Setelah melakukan penangkapan W, selanjutnya Densus 88 melakukan penggeledahan di rumahnya.

Penggeledahan dilaksanakan sekitar pukul 13.00, setelah Salat Jumat.

Penggeledahan berlangsung cukup lama.

Penggeledahan diperkirakan selesai pukul 16.00.

5. Densus amankan buku, senjata, busur dan anak panah dari rumah W

Pada saat penggeledahan M Syafii melihat ada beberapa barang-barang yang dibawa oleh Densus 88.

Ia melihat ada busur, anak panah, buku-buku, senjata yang diduga senapan angin.

"Ada sekitar 14 kelompok, semua membawa barang-barang. Saya cuma diminta untuk menyaksikan saja, dan tanda tangan berita acara. Ada beberapa yang dibawa, senjata yang digunakan untuk berburu burung. Bahan peledak tidak ada," lanjutnya.

Penggeledahan di RT 02 Padukuhan Segoroyoso I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret

1. Penggeledahan di rumah KB

Di saat yang hampir bersamaan, Densus 88 juga menggeledah rumah di RT 02 Padukuhan Segoroyoso I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret.

Ketua RT 02 Padukuhan Segoroyoso I, Mujiono mengatakan rumah warga yang digeledah adalah KB (40).

Namun ia tidak menahu apakah KB diamankan atau tidak. 

"Saya diminta untuk menjadi saksi. Polisinya banyak sekali, ada yang pakai seragam Densus 88, ada yang pakai pakaian preman," katanya, Jumat (02/04/2021).

Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 13.00.

Penggeledahan berlangsung cukup lama, sekitar pukul 14.30.

2. Densus 88 bawa paspor, selongsong peluru hingga sejenis pisau lipat dari rumah KB

Dalam penggeledahan tersebut, Mujiono menyaksikan petugas membawa barang-barang dari rumah KB.

Barang-barang tersebut antara lain buku, CD, laptop, handphone, selongsong peluru, sejenis pisau lipat, juga paspor.

"Ada satu selongsong peluru, tetapi pucuknya tidak ada. Ada pisau, kalau digenggam bisa keluar sendiri, ada CD, buku-buku, paspor," sambungnya. 

3. Pribadi KB

Ia menyebut keluarga KB termasuk tertutup, sebab jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. 

"Pekerjaannya tidak tahu, tapi katanya di percetakan. Istrinya jarang keluar, anaknya enam. Sudah lima tahun ini mengontrak, sebelumnya di Mantrijeron," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved