Sempat Viral, Pria yang Tunggangi Kereta Kencana Milik GBPH Yudhaningrat Minta Maaf

Seorang pria menjadi perhatian warganet setelah foto dirinya menunggangi salah satu kereta kencana kuno milik GBPH Yudhaningrat atau akrab disapa

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Abdulrahman (32), pria yang menaiki kereta kencana Gusti Yudha tanpa izin menyatakan permintaan maafnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pria menjadi perhatian warganet setelah foto dirinya menunggangi salah satu kereta kencana kuno milik GBPH Yudhaningrat atau akrab disapa Gusti Yudha beredar di jagat maya

Baru-baru ini perilaku pemuda tersebut diunggah oleh pengguna akun Facebook bernama Jhope, yang diketahui sebagai asisten Gusti Yudha.

Postingan itu sontak direspons ratusan komentar warganet.

Baca juga: Mengenal Aquascape, Seni Membuat Ekosistem Mini dalam Akuarium

Perilaku pemuda tersebut dianggap tak sopan dan menyalahi tata krama.

Pasalnya pria tersebut tak melayangkan izin terlebih dahulu.

Terlebih, untuk menaiki kereta tua juga ada tata caranya tersendiri.

Diketahui pria tersebut bernama Abdulrahman (32).

Pada Jumat (2/4/2021) pagi, Abdulrahman mengaku telah bertemu langsung dengan Gusti Yudha untuk menyatakan permintaan maaf. Dirinya pun juga meminta maaf kepada publik.

"Untuk seluruh masyarakat Yogya saya meminta maaf atas kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan akan adat istiadat," terangnya di Ndalem Yudhaningrat, Kota Yogyakarta Jumat (2/4/2021).

Abdulrahman mengisahkan, maksud kedatangannya kala itu adalah mencari kereta kencana kuno untuk dijadikan properti dalam film Kerajaan Majapahit yang tengah digarapnya.

"Saya lihat di antara kereta (koleksi Gusti Yudha) itu ada satu yang menarik. Saya meminta (rekan saya) fotokan saya (di atas) kereta kencana itu," terang pria asal Jakarta ini.  

Mulanya Abdulrahman mengunggah foto tersebut ke grup WhatsApp tim produksinya, dengan maksud meminta pendapat terkait kereta kencana yang ditungganginya.

Salah satu anggota grup WhatsApp tersebut kemudian ada yang memperingatkan perilaku Abdulrahman.

Sejak saat itu, entah mengapa fotonya bisa beredar luas di dunia maya.

Baca juga: Gugah Penguatan Desa di Tengah Pandemi, Sluman Slumun Slamet Tayang Perdana di Gedung DPD RI DIY

Atas perbuatannya, yang bersangkutan pun kembali menyatakan permintaan maafnya. Khususnya kepada keluarga Keraton Yogyakarta dan penggiat budaya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved