Sosok Mendiang Gusti Hadiwinoto di Mata Kerabat Keraton Yogyakarta

Romo Tirun mengisahkan, beberapa hari sebelum wafat, almarhum masih beraktivitas seperti biasa. Tak ada gejala sakit yang ditunjukkan.

Tayang:
Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
KRT Jatiningrat atau akrab disapa Romo Tirun 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto atau akrab disapa Gusti Hadi tutup usia di umur 73 tahun akibat penyakit jantung.

Kabar itu mengejutkan Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat atau akrab disapa Romo Tirun.

Romo Tirun mengisahkan, beberapa hari sebelum wafat, almarhum masih beraktivitas seperti biasa. Tak ada gejala sakit yang ditunjukkan.

Bahkan Gusti Hadi sempat memimpin jalannya rapat tim hukum Keraton atau disebut Param Para Pradata pada Jumat (26/3/2021) lalu.

"Beliau untuk sakitnya tidak pernah mengeluh apalagi mengemukakan ke orang lain, Jumat pekan lalu masih memimpin rapat tim hukum. Saya kan terlibat di situ. Saya juga kaget," terang Romo Tirun saat ditemui di rumah duka pada Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Alasan Gamelan Keraton Tak Boleh Ditabuh Selama Tiga Hari Pasca Meninggalnya KGPH Hadiwinoto

Baca juga: Cerita GBPH Prabukusumo Mendengar KGPH Hadiwinoto Meninggal, Merasa Kehilangan Kakak Tersayang

KRT Jatiningrat mengenang sosok Gusti Hadi sebagai pribadi pekerja keras.

Kendati memiliki sejumlah asisten, almarhum aktif untuk menampung segala permasalahan yang ada sekaligus mencari solusinya.

"Kita sebagai pembantu dalam bidang tim hukum, beliau malah justru beliau sangat aktif menerima tugas-tugas," jelasnya.

Terkait urusan pertanahan Kasultanan, Romo Tirun belum bisa berkomentar banyak.

Pasalnya, hal itu menjadi wewenang penuh Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Suasana rumah duka almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, Rabu (31/3/2021). 
Suasana rumah duka almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, Rabu (31/3/2021).  (TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie)

Termasuk posisi Lurah Pangeran atau pimpinan pangeran Keraton Yogyakarta yang saat ini tengah lowong pascameninggalnya Gusti Hadi.

"Itu semua (keputusan) ada di tangan Ngarso Dalem. Lurah Pangeran itu seperti misalnya ada kelompok orang, lalu pasti ada yang disepuhkan," jelasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, putri pertama Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, mengenang sosok Gusti Hadi sebagai individu dengan kepribadian baik.

"Romo terlalu baik orangnya, beliau ngayahi (bertanggung jawab mengurus) aset, tentunya kalau semuanya, romo (Gusti Hadi) terlalu baik," terang GKR Mangkubumi.

Baca juga: Pelayat dan Karangan Bunga Mulai Padati Rumah Duka KGPH Hadiwinoto

Baca juga: Fakta Meninggalnya KGPH Hadiwinoto Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X

Seperti diketahui, dalam struktur pemerintahan Keraton Yogyakarta, Gusti Hadi memiliki dua jabatan strategis.

Yakni sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo yang mengurusi tanah kasultanan.

Pihak Keraton pun belum melakukan pembahasan siapa saja yang bakal mengisi kekosongan tersebut.

"Belum dipikirkanlah. Kita belum sempat mikir itu, yang penting kita menghantarkan beliau sebaik-baiknya sampai besok beliau dimakamkan di Hasta Renggo, Kotagede," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved