Kabupaten Kulon Progo
Keberadaan Posko di Kulon Progo Dinilai Cukup Efektif Menekan Penyebaran COVID-19
Pemantauan posko di setiap kalurahan di Kulon Progo selama PTKM dinilai cukup efektif dalam menekan laju penyebaran virus corona.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemantauan posko di setiap kalurahan di Kulon Progo selama pemberlakuan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) dinilai cukup efektif dalam menekan laju penyebaran virus corona.
Hanya saja yang menjadi tugas berat pemerintah kalurahan ketika memetakan zonasi.
Terlebih, pada penerapan PTKM sekarang ini masyarakat diberi kelonggaran seperti menggelar hajatan, membolehkan kegiatan tatap muka dan lain-lain.
Konsekuensinya dengan adanya kelonggaran tersebut penanganan di tingkat kalurahan lebih ditingkatkan.
Baca juga: Kalangan Legislatif Minta Pemkab Kulon Progo Memproteksi Harga Beras
"Kami terus memantau di posko. Selain itu pemerintah kalurahan tetap melaporkan perkembangan COVID-19 di wilayahnya misalkan ada tracing atau penambahan kasus," ucap Fajar Gegana, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Rabu (31/3/2021).
Sebab, ini menjadi tanggung jawab antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dengan pemerintah kalurahan sehingga dirasa cukup bagus dan efektif.
Ia menyebut penambahan kasus pasien yang tertular COVID-19 merata di setiap kalurahan.
Artinya tidak ada penyebaran kasus di tempat-tempat tertentu.
Namun demikian, ia berharap kasus COVID-19 di Kulon Progo mengalami penurunan.
Baca juga: PSMTI Yogyakarta Bagikan Bansos bagi Warga Terdampak Pandemi COVID-19 di Kulon Progo
"Kalau kita bersama-sama melakukan penertiban hingga ke tingkat kalurahan akan lebih efektif. Saya kira juga masyarakat ketika bepergian juga tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes)," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan untuk mengatur posko yang melibatkan sejumlah unsur tidak mudah sehingga perlu adanya sinergitas.
Bahkan, gugus tugas penanganan COVID-19 setempat telah melatih sejumlah Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk dilibatkan dalam proses tracing apabila terjadi penyebaran COVID-19. ( Tribunjogja.com )