Nasional

Eks Tokoh Jamaah Islamiyah Nasir Abbas Tegaskan Aksi Terorisme Itu Nyata

Mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mengingatkan aksi terorisme yang menukil dalil agama itu riil, nyata.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Nasir Abbas 

Karena perempuan itu merasa ibadah sama-sama suami itu pahala besar.

Istri lalu menurut karena mengikuti perintah suami.

“Mereka merasa akan dapat pintu surga dari manapun. Ini yang membuat mereka tidak ragu. Saya beribadah ke suami saja, dan dalam Islam ada dalil ini. Lalu tindakanya diarahkan ke tindakan yang merugikan banyak orang,” lanjut Reno.

Terkait bom Makssar, Feno Fitria yakin radikalisasi terjadi sebelum mereka bertemu.

Sudah ada bibit yang tertanam, dan mereka cari cara berjihad.

Sudah satu manhaj jadi mereka tak ragu lalu.

Banyak yang masuk organisasi ini perempuan masih single.

Laki-laki cari pasangan yang mau berjihad.

Gayung pun bersambut.

Dari sisi Nasir Abbas, keterlibatan perempuan dalam aksi pengeboman ini termasuk perkembangan baru di Indonesia.

Di JI dulu, peran perempuan dibatasi.

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri, Polri Amankan 5 Bom Aktif, Tangkap 13 Terduga Teroris Di Jakarta-Makassar-NTB

“Inilah dia penyimpangan yang berkembang di kalangan mereka. Mereka meyakini kalau lelaki bisa berbuat kenapa wanita tidak bisa berbuat. Kalau lelaki berperang, kenapa wanita tidak bisa berperang,” katanya.

“Di JI dulu ada wanita, tapi dibatasi perannya. Tak pernah ada wanita jadi eksekutor. Di JAD, tidak dibatasi siapa saja bisa terlibat operasi. Kita lihat lah hasilnya. Akan ada lagi,” katanya memperingatkan.

Sekali lagi, Nasir Abbas memperingatkan ke masyarakat, di zaman sekarang saat informasi tak terbatas.

Kelompok teroris ini memanfaatkannya untuk menyebar kebencian, hasutan, fitnah.

“Karena itu yang terbaik, kita harus cek, pilah informasi, dan jangan satu sumber saja. Dapatkan informasi dari orang yang berkompeten,” katanya.

Tentang narasi keagamaan setiap aksi teror, Nasir Abbas mengatakan, mayoritas umat Islam tidak menginginkannya.

“Kita tidak mau mengaitkan agama, mereka lah yang mau dan mengaitkan. Ini realitas. Bukan agama yang kita diskusikan, tapi kesesatan mereka. Pelakunya beragama, tapi salah jalan atau sesat,” tegas Nasir Abbas.(Tribunnews.com/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved