Breaking News:

Kota Yogyakarta

Revitalisasi Pedestrian Segera Berlanjut, PKL Jalan KHA Dahlan Menuntut Kepastian

PKL di sepanjang Jalan KHA Dahlan meminta kejelasan dari Pemkot Yogyakarta terkait kelanjutan nasibnya.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan KHA Dahlan meminta kejelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terkait kelanjutan nasibnya.

Sebab, setelah direvitalisasi, mereka tidak dapat melanjutkan aktivitas berdagangnya di lokasi tersebut.

Ketua Paguyuban PKL KHA Dahlan Timur, Zairin berujar, pihaknya berulang kali menanyakan kepada pemerintah di tingkat Kecamatan Gondomanan, tapi jawaban yang didapat hanya sebatas disuruh menunggu saja.

Alhasil, sambutan tersebut kurang memuaskan para pedagang.

Baca juga: Gelontorkan Danais Rp9,9 Miliar, Pemkot Yogya Lanjutkan Revitalisasi Pedestrian Jalan KHA Dahlan

"Setiap saya tanya, cuma disuruh menunggu terus. Dulu itu memang dijanjikan (relokasi) ke Pasar Pathuk, tapi khusus penduduk Gondomanan. Katanya masih ada sarana yang harus diperbaiki," ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Zairin menyampaikan, para pedagang merasa digantung nasibnya, karena tak bisa berdagang selama lebih dari satu tahun lamanya.

Menurutnya, terdapat sekitar 31 pedagang yang berjualan di pedestrian Jalan KHA Dahlan Timur.

Ia memastikan, semuanya resmi dan terdaftar.

"Sekarang semua nganggur, hampir setahun belakangan. Saya sudah berulangkali bertanya ke kelurahan, kecamatan, tapi tetap tidak mendapat kejelasan," katanya.

Baca juga: PKL Jalan KHA Dahlan Berharap Masih Diizinkan Berdagang Selepas Proyek Pedestrian Selesai

"Makanya, kami sedikit kecewa sama kecamatan, sebenarnya bagaimana sih, kok tidak terlalu merespon. Kita harapannya kan ada kepastian, biar tidak seperti ini terus. Kita sudah setahun digantung begini," lanjut Zairin.

Pria yang sudah puluhan tahun menjajakan majalah dan koran di pedestrian sisi selatan Jalan KHA Dahlan tersebut menegaskan, pedagang siap mentaati aturan pemerintah.

Tapi, alangkah baiknya Pemkot segera memberikan kejelasan dan menyampaikan kepada PKL.

"Dari 31 pedagang itu, yang penduduk Gondomanan hanya sembilan orang. Delapan orang warga Kauman, terus yang satu warga Sayidan. Tapi, kemarin katanya yang di luar itu akan difasilitasi di pasar lain," cetusnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved