Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi Pagi Ini Senin 29 Maret 2021, Terjadi 9 Kali Guguran Lava Pijar dalam 6 Jam

Pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 9 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 m ke arah barat daya.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Foto Gunung Merapi pagi ini (Senin, 29/3/2021) pukul 06.09 WIB via PGM Ngepos, visual Merapi tampak, suhu udara 23°C, kelembaban 72 %rh, pressure 943 hpa, angin perlahan ke barat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2968 mdpl) kembali menunjukkan aktivitas erupsi 2021 pagi ini (Senin, 29/3/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 9 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 m ke arah barat daya.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyebutkan, pada periode ini, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Dalam 6 Jam Terpantau Keluarkan Dua Kali Guguran Lava Pijar

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 35 gempa guguran dengan amplitudo 3-45 mm dan durasi 10-78 detik serta 1 gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm dan durasi 18 detik.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 16-23 °C, kelembaban udara 62-82 persen, dan tekanan udara 568-707 mmHg.

Sementara, Hanik menyampaikan, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni (Minggu, 28/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 5 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 600 m ke arah barat daya.

"Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ujar Hanik menjelaskan kondisi visual Gunung Merapi.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 32 gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan durasi 10-61 detik serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.4 detik, dan durasi 7 detik.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 16-23 °C, kelembaban udara 68-89 persen, dan tekanan udara 568-708 mmHg.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Dalam 6 Jam Terpantau Keluarkan Dua Kali Guguran Lava Pijar

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tambah Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved