Nasional
Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Indonesia Ditunda, Stok Vaksin Covid-19 Menipis
Program vaksinasi covid-19 di Indonesia terancam melambat pada April mendatang.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Program vaksinasi covid-19 di Indonesia terancam melambat pada April mendatang.
Hal itu lantaran stok vaksin yang dimilik Indonesia untuk program vaksinasi covid-19 diperkirakan menipis seiring adanya penundaan pengirimkan dua gelombang ke Tanah Air.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan persediaan vaksin covid-19 di Indonesia akan menipis pada April mendatang.
"April (persediaan vaksin) kita akan sedikit sekali. Kita hanya punya 7,6 juta vaksin Sinovac," ujar Budi akhir pekan lalu.
Sebagaimana diketahui, Indonesia sebelumnya sudah melakukan kesepakatan dengan Covax-GAVI selaku penyedia vaksin AstraZeneca untuk negara-negara miskin dan berkembang.
Dari kesepakatan itu Indonesia sudah memperoleh 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang sudah tiba di Indonesia.
Total 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca itu kini sudah digunakan dalam program vaksinasi di tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, NTT, Kepulauan Riau, Maluku dan Sulawesi Utara.
Budi menyebut, usai 1,1 juta dosis vaksin diterima, sedianya, Indonesia akan menerima sebanyak 2,5 juta vaksin AstraZeneca pada 25 Maret 2021.
Setelah itu, vaksin yang sama akan kembali datang ke Tanah Air sebanyak 7,8 dosis pada April 2021.
Namun, pihak Covax-GAVI mengumumkan penundaan dua gelombang pengiriman ke Indonesia.
Budi mengaku mendapat kepastian kabar ini pada Jumat (26/3/2021).
"Sehingga Di bulan April nanti kita hanya ada 7,6 juta dosis (Sinovac) karena yang ini tadi (dua gelombang pengiriman) tadi hilang," ungkap Budi.
Penundaan pengiriman karena embargo vaksin Budi melanjutkan, penundaan dua gelombang pengiriman vaksin AstraZeneca disebabkan adanya embargo vaksin di India.
"Ternyata ini pending, tertunda karena ada isu India embargo vaksin," katanya.
Budi menjelaskan, saat ini kasus Covid-19 di India sedang kembali naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fatwa-mui-soal-vaksin-astrazeneca.jpg)