Breaking News:

Muncul Klaster Takziah di Dua Padukuhan, Pemkab Sleman Minta Warga Patuhi Prokes

Berdasarkan hasil identifikasi dari Dinas Kesehatan, menurut dia, munculnya dua klaster yang bermula dari takziah itu, karena masyarakat belakangan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi meminta masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Utamanya menggunakan masker di setiap kegiatan yang dilakukan di luar rumah.

Hal itu menyusul adanya dua padukuhan di Bumi Sembada menjadi klaster penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. 

Berdasarkan hasil identifikasi dari Dinas Kesehatan, menurut dia, munculnya dua klaster yang bermula dari takziah itu, karena masyarakat belakangan ini kurang memperhatikan prokes setelah bergulirnya program vaksinasi.

"Kami berharap mensyarakat tidak mengabaikan Prokes, utamanya memakai masker saat berkegiatan di luar rumah, itu kuncinya," kata dia, Senin (29/3/2021) 

Baca juga: Jelang Sekolah Tatap Muka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Pantau Vaksinasi 370 Guru di Klaten

Evi, panggilan Shavitri Nurmala Dewi, mengungkapkan, sudah ada puluhan orang yang positif di Padukuhan Plalangan, Pandowoharjo, Sleman maupun Blekik, Sardonoharjo Ngaglik.

Sementara tracing sudah menyasar ratusan orang di masing-masing padukuhan.

Mereka, yang positif sebagian di bawa ke selter isolasi milik Pemkab Sleman dan sebagian lainnya, ada juga yang isolasi mandiri. 

Adapun untuk penanganan, menurutnya sudah diserahkan kepada gugus tugas Padukuhan, Kalurahan serta diawasi gugus tugas Kapanewon dan Kabupaten.

Pihaknya mengaku tidak bisa memberikan informasi secara detail soal penanganannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved