Kuliner Unik, Dosen UNY Bagikan Resep Telur Asin Rasa Bawang

Dr Das Salirawati, MSi, Dosen Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY membagikan cara membuat telur asin rasa bawang.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Femina
Ilustrasi Telur Asin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Telur asin telah menjadi alternatif panganan yang lekat dengan masyarakat Indonesia.

Namun, pernahkah Anda mencoba telur asin dengan rasa tertentu?

Dr Das Salirawati, MSi, Dosen Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY membagikan cara membuat telur asin rasa bawang.

Diungkapkannya, bahan yang diperlukan adalah 200 gram bawang putih yang telah dikupas bersih, 200 gram abu gosok halus, 400 gram serbuk batu bata merah, 100 gram garam dapur, tawas, dan air bersih secukupnya.

Baca juga: UNY Harapkan Semua Dosen dan Tendik Divaksinasi Sebelum Kuliah Tatap Muka

"Cara membuatnya, telur dicuci dengan hati-hati lalu biarkan kering. Bawang putih dikupas, ditimbang, lalu diblender dan direbus. Sambil menunggu bawang putih mendidih, siapkan ember atau wadah plastik yang sekiranya cukup untuk menempatkan 10 telur," ungkapnya.

Ia melanjutkan, tuang abu gosok, serbuk batu bata merah, dan tawas yang sudah dihaluskan ke dalam wadah tersebut.

Kemudian, larutkan garam dalam 100 mL air lalu diaduk.

Tuang ke dalam wadah yang berisi adonan tadi, aduk-aduk dengan pengaduk (lebih baik dengan tangan). Bilas garam tadi dengan air lagi lalu tuangkan dalam adonan.

Selanjutnya, masukkan larutan bawang putih yang sudah dingin ke dalam adonan, lalu aduk sampai homogen hingga diperoleh bentuk pasta.

"Buatlah lapisan pasta pada dasar wadah secara merata dan atur satu-persatu telur di atas lapisan tersebut, lalu tutup kembali dengan sisa pasta yang ada secara merata hingga menutupi seluruh telur," ungkap Salirawati.

Baca juga: Tim Mahasiswa UNY Ciptakan Inovasi Krim Obat Jerawat Berbahan Dasar Belimbing Wuluh

Setelah sekitar 7 hari, terangnya, telur diambil satu persatu lalu dibersihkan dan dikukus selama setengah jam. Telur asin rasa bawang pun siap untuk dikonsumsi.

Wanita kelahiran 16 Oktober 1965 tersebut  membeberkan mengapa telur asin hanya cocok dibuat dari telur bebek/itik.

“Melalui percobaan sederhana, ternyata untuk telur bebek/itik sudah 24 jam kadang-kadang belum semua terlihat kuning telurnya, hal ini menunjukkan bahwa cangkang telur bebek sangat tebal,” kata Das. 

Menurutnya, secara keilmuan cangkang telur tersusun sebagian besar oleh kalsium karbonat atau CaCO3.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved