Berita Kesehatan

Persiapan Jelang Bulan Puasa, Ini yang Harus Diperhatikan Para Penderita Diabetes

Persiapan yang lebih matang juga harus dilakukan oleh mereka yang menderita gangguan kesehatan tertentu, salah satunya adalah diabetes.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
https://pixabay.com
Ilustrasi tes gula darah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bulan puasa tahun 2021 ini akan segera tiba. Mungkin Anda pun sudah melakukan berbagai persiapan untuk menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

Persiapan yang lebih matang juga harus dilakukan oleh mereka yang menderita gangguan kesehatan tertentu, salah satunya adalah diabetes.

Apa saja yang harus diperhatikan para penderita diabetes atau diabetasi yang ingin menjalankan ibadah puasa?

Beberapa ahli kesehatan mengatakan, puasa dapat meningkatkan fungsi otak, menetralkan racun tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengontorol dan menurunkan berat badan, serta menjaga kesehatan organ vital tubuh, seperti jantung, ginjal, saluran pencernaan, juga dapat mengontrol gula darah, terutama bagi orang dengan diabetes.

Yusmiyati S.Gz, Ahli Gizi dari Rumah Sakit UGM mengatakan, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan orang dengan Diabetes ketika melaksanakan puasa, dengan memperhatikan beberapa hal, agar puasa orang dengan Diabetes dapat berdampak positif bagi dirinya.

Ia mengatakan, Diabetesi atau orang dengan Diabetes harus menjalankan prinsip 3 J, yaitu Tepat Jumlah, Tepat Jenis dan Tepat Jadwal.

Tepat Jumlah maksudnya para Diabetesi harus mengkonsumsi makanan dalam jumlah kalori yang sesuai dengan berat badan atau ukuran tubuhnya.

“Ahli gizi akan menghitung kebutuhan kalori harian yang dibutuhkan diabetesi. Selain itu, maksud dari Tepat Jenis sendiri adalah Diabetesi tentang bahan makanan yang dianjurkan, bahan makanan yang dibatasi dan bahan makanan yang harus dihindari. Secara umum pantang makanan yang manis-manis,” ungkpa Yusmiyati.

Ia mengimbau para Diabetesi untuk menghindari konsumsi makanan dengan kandungan gula atau indeks glikemik tinggi dan lemak yang tinggi.

Beberapa makanan yang harus dihindari diantaranya seperti cake, bubur, gula, sirup, kue manis ,makanan gorengan dalam jumlah besar, jeroan, seefood, lemak binatang, santan kental, produk olahan susu dan makanan lain yang mengandung gula dan lemak tinggi.

Yusmiyati melanjutkan, para Diabetesi pun harus mengkonsumsi karbohidrat yang kaya serat seperti Nasi merah, jagung, umbi-umbian dan kacang-kacagan.

Sementara “J” yang ketiga adalah Tepat Jadwal, yang mana Tepat Jadwal ini dimaksudkan para Diabetesi saat waktu mengkonsumsi makanan maupun pembagian makanan saat buka puasa maupun makan sahur.

“Makan pertama dilakukan saat buka puasa sebanyak 25% Kalori. Kedua, makanan utama dikonsumsi setelah sholat tarawih sebanyak 25% kalori. Ketiga, Snack pertama dikonsumsi menjelang tidur malam sebanyak 10% kalori. Dan ketika makan sahur, makanan utama dimakan sebelum imsyak sebanyak 30% kalori, dan snack dikonsumsi setelah imsyak sebanyak 10% kalori,” ujar Yusmiyati.

Prinsip Lain Untuk Diabetesi

Yusmiyati menyebutkan, para Diabetesi pun harus menjalankan pola gizi seimbang yang terdiri dari 60%-70 % karbohidrat, protein 10-15 % dan lemak 20-25%, dengan mengkonsumsi komposisi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, cairan . Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi, baik dari jenis, warna, rasa dan teknik pengolahannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved