Sholat Dhuha

Penelitian Membuktikan, Sholat Dhuha dengan Khusyuk Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

Namun tak hanya itu, ibadah pun juga terbukti dapat membuat kesehatan seseorang meningkat, salah satunya adalah ibadah sunah Sholat Dhuha.

Editor: Kurniatul Hidayah
freepik.com
Ilustrasi Sholat 

TRIBUNJOGJA.COM - Kesehatan dapat diperoleh dari makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dna juga olahraga. 

Namun tak hanya itu, ibadah pun juga terbukti dapat membuat kesehatan seseorang meningkat, salah satunya adalah ibadah sunah Sholat Dhuha.

Selain untuk melancarkan rezeki seorang Muslim, Sholat Dhuha juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Banyak orang yang tidak tahu bahwa Sholat Dhuha memiliki manfaat untuk sembuhkan penyakit diabetes.

Fakta tentang manfaat Sholat Dhuha yang bisa sembuhkan diabetes diungkap oleh seorang dokter dan peneliti bernama Dr Ebrahim Kazim.

Baca juga: Ibadah Puasa Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Simak 57 Tips Sehat dari Zaidul Akbar

Baca juga: Masih Punya Hutang Puasa Bulan Ramadhan Tahun Lalu? Masih Bisa Diganti di Bulan Syaban Ini

Shalat Dhuha adalah Shalat Sunnah yang dilaksanakan saat matahari terbit sudah mencapai setinggi tombak di ufuk timur.

Salat Dhuha biasanya dilaksanakan sebelum orang-orang memulai melakukan aktivitas hariannya.

Maka banyak yang menyebut bahwa Salat Dhuha merupakan permulaan dan awal dari seseorang memulai sebuah kegiatan harian.

Baca juga: Keutamaan Sholat Dhuha Memiliki Pahala Ibadah Haji dan Umroh, Berikut Tata Cara dan Doanya

Baca juga: Kumpulan Bacaan Doa Agar Terbebas dari Lilitan Utang, Arab Latin dan Terjemahannya

Selain memiliki keutamaan secara pahala dan sunnah, ternyata Shalat Dhuha juga memiliki manfaat yang luar biasa dalam hal kesehatan.

Gerakan-gerakan salat tersebut ternyata bisa bermanfaat sebagai kegiatan olahraga di pagi hari.

Manfaat Shalat Dhuha di bidang kesehatan dikemukakan oleh seorang peneliti dan dokter bernama Dr Ebrahim Kazim.

Dr Ebrahim Kazim, yang juga merupakan direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve. (Gerakan tubuh yang berulang dan teratur selama salat dhuha meningkatkan kekuatan dan kekuatan otot, kekuatan tendon, fleksibilitas sendi, dan cadangan kardio-vaskular.)” kata Dr. Ebrahim Kazim.

Ilustrasi salat berjamaah di rumah.
Ilustrasi salat berjamaah di rumah. (Raw Pixel via hautehijab.com via tribunnews)

Bedanya dengan olahraga biasa adalah Shalat Dhuha ini tentunya memiliki pahala yang luar biasa jika dikerjakan.

Seperti yang diriwayatkan Buraidah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.”

Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari.

Hal ini sesuai dengan keterangan dr Ebrahim Kazim tentang salat, yaitu, “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others. (Secara bersamaan, ketegangan berkurang dalam pikiran karena komponen spiritual, dibantu oleh sekresi enkephalin, endorfin, dinorfin, dan lainnya.).”

Sujud dalam Salat
Sujud dalam Salat (via mobtada.com)

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin.

Zat ini sejenis morfin, termasuk opiate.

Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya.

Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang, yang kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya.

Namun, endorphin dan enkefalin ini tidak.

Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami.

Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Telah dilakukan juga penelitian oleh Mukhamad Rajin, Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Fakultas Keperawatan mengenai pengaruh sholat Dhuha terhadap penurunan kadar glukosa darah.

Penelitian tersebut dipublikasikan di Jurnal Edu Health Volume 1 No 1 September 2010.

Ia membandingkan kadar glukosa darah dari orang yang Shalat Dhuha dengan khusyuk dan biasa.

Baca juga: Ini Doa Sapu Jagat : Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā adzāban nār

Baca juga: Persiapan Jelang Bulan Puasa, Ini yang Harus Diperhatikan Para Penderita Diabetes

Sebelum dilakukan penelitian, subjek penelitian diminta puasa selama 8 jam, kemudian diberikan minuman larutan glukosa 100 g/300 ml.

30 menit minum larutan gula kemudian dilakukan pengukuran glukosa darah sebagai data pre test.

90 menit kemudian juga dilakukan pengukuran glukosa darah sebagai data post test.

Hasilnya didapatkan bahwa secara signifikan kadar gula dalam darah dapat turun dengan Sholat Dhuha yang khusyuk dan tuma'ninah.

Sholat Dhuha dengan tuma’ninah dan khusyuk dapat digunakan sebagai alternatif pengganti olahraga di waktu pagi untuk menurunkan kadar glukosa darah khususnya pada penderita diabetus melitus, dan untuk menjaga kesehatan pada umumnya.

Sholat Dhuha dapat dipertimbangkan dan dikembangkan untuk terapi rehabilitasi dan terapi kesehatan yang lain. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Manfaat Kesehatan Sholat Dhuha Secara Rutin, Kadar Gula dalam Darah Bisa Turun, Ini Penjelasannya

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved