Bulan Ramadhan
Masih Punya Hutang Puasa Bulan Ramadhan Tahun Lalu? Masih Bisa Diganti di Bulan Syaban Ini
Sebab, jika Syaban telah berakhir sementara utang puasa belum juga dibayar, maka dia akan kena denda plus fidyah.
TRIBUNJOGJA.COM - Tak terasa umat Muslim saat ini tinggal menghitung hari untuk bisa menyambut kehadiran Bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Namun sudahkah semua hutang puasa pada Bulan Ramadhan tahun lalu dilunasi?
Lalu bagaimana bila akan membayar puasa pada bulan Syaban ini.
Ada yang mengatakan di bulan Syaban setelah lewat puasa Nisfu Syaban dan sebelum tiba puasa Ramadhan, sebaiknya tak usah lagi berpuasa.
Baca juga: Wanita yang Sedang Haid Tetap Bisa Panen Pahala di Bulan Ramadhan, Lakukan 7 Amalan Ini
Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha, Bisa Dikerjakan Minimal 2 Rakaat dan Maksimal 12 Rakaat
Hal itu dibenarkan oleh Ustad Abdul Somad dalam sebuah video ceramahnya.
“Ada hadisnya, diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang larangan berpuasa setelah lewat Nisfu Syaban,” katanya.
Walau begitu, tetap ada pengecualian bagi yang hendak berpuasa di antara Nisfu Syaban dan Ramadhan, yaitu dua jenis puasa ini.

Pertama, bagi mereka yang telah terbiasa melaksanakan puasa sunah seperti Senin Kamis.
Kedua, bagi mereka yang hendak membayar hutang puasa Ramadhan tahun lalu.
Baca juga: Ini Doa Nabi Muhammad SAW, Doa Sapu Jagat Untuk Kebaikan Dunia Akhirat, Disertai Riwayat
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Qadha, Lengkap Arab Latin dan Artinya
“Boleh berpuasa lagi setelah lewat puasa Nisfu Syaban dan sebelum Ramadhan tiba bagi mereka yang memang sudah terbiasa melaksanakan puasa sunah, seperti Senin Kamis. Misalnya hari ini puasa Nisfu, besoknya Rabu, besoknya lagi Kamis nah pas Kamis itu kalau hendak puasa sunah, boleh, kalau memang dia sudah terbiasa puasa Senin Kamis,” terangnya.
Selanjutnya, bagi mereka yang hendak membayar hutang puasa Ramadhan tahun lalu pun dibolehkan juga berpuasa.

Sebab, jika Syaban telah berakhir sementara utang puasa belum juga dibayar, maka dia akan kena denda plus fidyah.
“Jadi, bulan Syaban itu batas akhirnya bayar utang puasa. Lewat dari itu, sudah selesai Ramadhan, mau bayarnya di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya sudah kena denda plus fidyah. Jadi, bagi mereka yang hendak berpuasa bayar utang selepas Nisfu Syaban, dibolehkan dan itu tidak kena denda dan fidyah,” bebernya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Bayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Lalu di Bulan Ini, Bolehkah? Ini Penjelasan Ustad Abdul Somad