Pemda DIY Siapkan Pilot Project Pertanian Menyasar Petani Milenial DI Yogyakarta
Pemda DIY menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk merealisasikan pilot project pertanian inti plasma guna mendorong keberadaan petani milenial
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk merealisasikan pilot project pertanian inti plasma guna mendorong keberadaan petani milenial di DI Yogyakarta.
Sistem inti plasma adalah pola pengembangan pertanian di wilayah lahan bukaan baru dengan pertanian besar sebagai inti yang membangun dan membimbing pertanian rakyat di sekitarnya.
“Dulu kita pernah membiayai para petani milenial untuk magang ke Korea. Jadi ilmu mereka dari sana (Korea) ini mau kita praktikkan," terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto Minggu (28/3/2021).
• Tiba di Wonosari, Buronan Kasus Korupsi Balai Baleharjo Ditahan di Polres Gunungkidul
Lahan pertanian dalam pilot project tersebut nantinya akan memanfaatkan teknologi dan sistem pertanian modern.
Sehingga, produk pertanian yang dihasilkan tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas melainkan juga kualitas.
Selain itu dalam pengembangannya turut melibatkan perguruan-perguruan tinggi di DIY.
Langkah itu diharapkan mampu menarik generasi muda untuk terjun di dunia pertanian.
"Ada tekonologi, ada pemasarannya dengan menggunakan IT sistem, jadi tempat magang, dan produknya tidak sederhana," paparnya.
"Nanti teknologi ini saling dipadukan. Jadi nanti untuk tempat riset mahasiswa juga. Hasilnya disebarkan di masyarakat," ucapnya lagi.
Sugeng melanjutkan, pilot project rencananya bakal dibangun di dua titik lokasi. Yakni di Kapanewon Prambanan serta Kabupaten Kulon Progo yang berbatasan dengan Imogiri, Bantul
"Lahannya sekitar 10 hektare. Nanti kita lihat kondisinya seperti apa. Itu akan jadi pintu masuk pertanian moderen," terangnya.
Selain itu, pilot project diharapkan juga bisa menjadi kawasan eduwisata. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan mengapa pilot project diadakan di dua titik lokasi tersebut.
"Pertimbangannya karena dekat sungai, dekat embung, dekat situs HB VI. Jadi pintu masuk bukan hanya pertanian, tapi lingkungan sekitar juga bisa dijadikan obyek wisata nantinya," paparnya.
Lebih jauh, Sugeng menjelaskan, keberadaan petani muda di DIY tergolong minim. Berdasarkan catatan DPKP DIY, baru ada sekitar 600 petani milenial di wilayah ini.