Buah Bibir
BUAH BIBIR : Gloria Setyvani Putri Geluti Profesi Wartawan, Ibarat Sekolah Gratis
Gloria Setyvani Putri yang enam tahun belakangan bekerja sebagai jurnalis ini mengaku menjadi wartawan ibarat menjalani sekolah gratis.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Profesi yang dijalani Gloria Setyvani Putri memiliki makna yang mendalam bagi dirinya.
Dara yang enam tahun belakangan bekerja sebagai jurnalis ini mengaku menjadi wartawan ibarat menjalani sekolah gratis.
Istilah itu ia dapatkan dari seorang pimpinan di media yang pernah menjadi tempatnya bekerja.
"Aku ingat seorang pimpinan waktu bekerja bilang, jadi wartawan itu ibarat sekolah gratis dan karya kita bisa menjadi berkat untuk orang lain," kata Gloria.
Baca juga: BUAH BIBIR : Bermula dari Masalah Kulit, Sharavasti Sukses Tekuni Bisnis Bodycare dan Skincare
Perempuan kelahiran Kebumen, 26 Maret 1992 ini memulai karir sebagai wartawan sejak 2015.
Kini, ia menjadi asisten editor di suatu media online.
Perjalanan Gloria menemukan passion sebagai jurnalis tak terlalu bisa dibilang mulus.
Meskipun, keinginan menjadi jurnalis telah ia miliki sejak SMA.
"Dulu aku masuk bahasa waktu SMA, kenalan sama nulis-nulis, wawancara orang, dan sebagainya. Seru ketemu orang baru, belajar hal baru dari mereka. Waktu masuk kuliah, sudah keterima UMN di Tangerang. Tapi orang tua enggak mengizinkan, kejauhan katanya. Akhirnya disuruh coba daftar UGM. Jujur, waktu itu pilih jurusannya asal-asalan. Eh, keterima di Antropologi UGM," bebernya.
Baca juga: BUAH BIBIR : Amalina Selalu Tertantang Bekerja di Lapangan dan Bertemu Orang Banyak
Gloria pun menerima hal itu dan menjalani kuliah 4 tahun di UGM hingga lulus.
Ia mengatakan, dari yang awalnya sama sekali tidak tahu antropologi, lama-kelamaan menjadi suka.
"Sukanya karena belajar antropologi aku juga ketemu sama orang-orang baru. Namanya juga belajar manusia ya, belajar riset, belajar wawancara orang, belajar ngumpulin data, belajar nulis juga," ungkapnya.
Selesai kuliah, Gloria mendapatkan informasi lowongan pekerjaan wartawan dari grup kampus.
Mencoba peruntungan, ia langsung diterima dan mulai menjadi jurnalis Maret 2015.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buah-bibir-gloria-setyvani-putri-geluti-profesi-wartawan-ibarat-sekolah-gratis.jpg)