Penyakit Diabetes
Perbedaan Kencing Manis dan Diabetes yang Perlu Dipahami
Kencing manis sering kali dikaitkan dengan Diabetes, banyak masyarakat yang menganggap bahwa kencing manis adalah nama lain dari Diabetes
Tribunjogja.com -Kencing manis sering kali dikaitkan dengan Diabetes, banyak masyarakat yang menganggap bahwa kencing manis adalah nama lain dari Diabetes dengn kondisi yang sama persis.
Diabetes adalah kondisi ketika kandungan gula darah berlebihan yang bisa diketahui hanya dengan melakukan tes darah di lab.
Sebenarnya apakah teori tersebut benar? Dr. Herry Nursetiyanto dari Mayapada Hospital menjelaskan dalam program Sonora Talkshow di Radio Sonora FM.
Pihaknya menyatakan bahwa kencing manis adalah kondisi ditemukannya kandungan gula dalam cairan urine yang biasanya membuat kecing tersebut dikerubungi oleh semut.
“Sebenarnya muncul karena memang dalam urine itu ditemukan kadar gula yang harusnya tidak ada. Ditemukan di urine dan cukup terdeteksi, bahkan kalau di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan, pasien itu bilang kalau buang air kecil dirubungi semut,” ungkap dr. Herry menjelaskan.
Baca juga: Gejala-gejala yang Muncul pada Tubuh, Pertanda Gula Darah Anda Terlalu Tinggi
Ketika dites memang di dalam urine tersebut terdapat gula darahnya, kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan kencing manis.
Meski demikian, dr. Herry menyebutkan bahwa orang yang mengalami kencing manis belum tentu mengalami diabetes dalam kadar yang berat.
“Mengenai berat atau ringannya sih, enggak ada hubungannya. Pokoknya kalau sudah ada gula darah di dalam urine, artinya kadar gula darahnya meningkat di atas normal, gitu saja,” sambungnya memaparkan.
Kondisi kencing manis ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan seseorang mengalami diabetes, karena yang harus menjadi patokan adalah pemeriksaan gula darah yang dilakukan dilaboratorium atau yang diambil dari jari yang bisa dilakukan di rumah.
Baca juga: Inilah Kondisi Diabetes yang Bisa Mengancam Jiwa, Saat Gula Darah Tak Terkendali
Sebelumnya, dr. Herry menjelaskan secara sederhana bahwa diabetes ini adalah sebuah penyakit atau kelompok gejala yang muncul karena adanya peningkatan kadar gula yang di atas normal.
“Jadi ada gejala yang muncul akibat gula darah yang tinggi, sebabnya karena produksi insulin dari pankreas jumlahnya sedikit atau bahkan tidak ada, dan kerjanya juga kurang baik,” papar dr. Herry.
Pihaknya juga menjelaskan, salah satu tandanya adalah gula darah yang di atas 200 yang menetap hampir sepanjang waktu, sehingga menimbulkan komplikasi dalam jangka panjang.
Gejala Diabetes tahap awal
Penyakit Diabetes adalah penyakit yang banyak menyerang orang Indonesia. Sering disebut sebagai ibunya penyakit, setiap orang harusnya waspada dan melakukan deteksi dini gejala penyakit Diabetes agar bisa diobati.
Sebuah laporan memprediksi pada 2030 mendatang, jumlah penderita Diabetes bisa mencapai lebih dari 21 juta jiwa. Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama.
Pasalnya, selain berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manuaia, penyakit Diabetes juga dapat menyebabkan tingginya beban biaya kesehatan masyarakat setiap tahunnya. Mengenal dan mewaspadai beragam gejala awal Diabetes bisa menjadi salah upaya pencegahan atau penanggulangan sejak dini penyakit kronis ini.
Gejala awal diabetes
Gejala diabetes pada orang dewasa biasanya akan timbul secara bertahap, yakni bisa memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Oleh sebab itu, penyakit diabetes sering kali tak disadari atau terabaikan.
Baca juga: Jika Gelas Bekas Minum Dikerubungi Semut Apakah Tanda Anda Terkena Diabetes?
Ketika pasien datang ke dokter, penyakitnya ternyata sudah kronis. Maka dari itu, deteksi dini penyakit diabetes penting dilakukan, karena jika sampai diabaikan dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut, termasuk kelainan jantung, ginjal, dan stroke.
Melansir WebMD, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 memiliki beberapa tanda peringatan yang sama. Berikut ini adalah beberapa gejala diabetes pada tahap awal yang perlu diwaspadai:
1. Rasa lapar dan kelelahan berlebih
Gejala diabetes pada tahap awal yang pertama adalah rasa lapar dan kelelahan berlebih. Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa yang digunakan sel untuk energi. Tapi sel Anda membutuhkan insulin untuk mengambil glukosa.
Jika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin atau jika sel Anda menolak insulin yang dibuat tubuh, glukosa tidak dapat masuk ke dalamnya dan Anda tidak memiliki energi. Kondisi ini bisa membuat Anda lebih lapar dan lebih lelah dari biasanya.
2. Lebih sering kencing dan semakin haus
Gejala diabetes pada tahap awal lainnya adalah sering kencing dan semakin haus. Rata-rata orang biasanya harus buang air kecil antara 4 dan 7 kali dalam 24 jam, tetapi penderita diabetes mungkin buang air lebih banyak. Mengapa?
Biasanya, tubuh Anda menyerap kembali glukosa saat melewati ginjal. Tetapi ketika diabetes mendorong gula darah Anda naik, ginjal Anda mungkin tidak dapat membawa semuanya kembali. Hal ini menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak urine dan itu membutuhkan cairan.
Anda mungkin akan lebih sering buang air kecil. Karena sering buang air kecil, Anda bisa menjadi sangat haus. Saat Anda minum lebih banyak, Anda juga akan lebih banyak buang air kecil.
3. Mulut kering dan kulit gatal
Gejala diabetes pada tahap awal lainnya berupa mulut kering dan kulit gatal. Karena tubuh Anda menggunakan cairan untuk buang air kecil, kelembapan untuk hal-hal lain berkurang.
Anda bisa mengalami dehidrasi dan mulut Anda mungkin terasa kering. Kulit kering yang terjadi juga bisa membuat Anda gatal.
4. Penglihatan kabur
Gejala diabetes pada tahap awal lainnya berupa terganggunya penglihatan. Perubahan kadar cairan dalam tubuh bisa membuat lensa mata membengkak. Lensa mata dapat berubah bentuk dan tidak bisa fokus
(Sonora.id/Kontan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cara-manurunka-gula-darah-alami-bagi-penderita-diabetes.jpg)